PT Rifanfinancindo – KLATEN ? Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) mengajukan 250 unit rumah tidak layak huni (RTLH) untuk direhab pada APBD Perubahan (APBD-P) 2016. Jika jumlah tersebut disepakati, total RTLH yang direvitalisasi tahun ini mencapai 1.250 unit.

?Kami ajukan penambahan 250 RTLH untuk (APBD) perubahan tahun ini. Namun sekarang masih proses,? ujar Kepala Bapermas Klaten Herlambang Jaka Santosa.

Menurut dia, bantuan RTLH sebesar Rp10 juta per unit dan bersifat stimulan untuk pemugaran rumah tidak layak huni sehingga menjadi rumah layak huni. Herlambang menjelaskan ada beberapa kriteria RTLH, di antaranya bangunan bukan permanen, dinding dari anyaman bambu, atap sederhana, lantai tanah, dan tidak memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). (Baca juga: 350 Rumah Tidak Layak Huni di Sukoharjo Segera Direnovasi)

Selain pengajuan tambahan 250 unit RTLH, sudah ada 100 unit RTLH yang dipastikan akan dipugar tahun ini dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Herlambang menyebutkan, 100 unit RTLH tersebut diutamakan untuk wilayah yang termasuk zona merah kemiskinan, yakni Desa Bawukan Kecamatan Kemalang; Desa Sidowarno, Gunting, dan Bener, Kecamatan Wonosari.

Meski tahun ini sudah ditetapkan 1.000 unit RTLH mendapat bantuan, Bapermas mencatat masih ada 7.000-8.000 unit RTLH. Dibutuhkan waktu sekitar delapan tahun untuk menyelesaikan perbaikan dengan asumsi bantuan 1.000 unit per tahun. (Baca juga: Pemkot Surakarta Gencar Mengentaskan Rumah Tidak Layak Huni)

?Tahun depan kami dapat (bantuan) 850 unit RTLH dari anggaran provinsi. Nanti dialokasikan untuk 73 desa zona merah. Masing-masing desa sekitar 15-20 unit,? papar Herlambang.

(rzk)

Sumber : Okezone