PT Rifan Financindo Palembang – Mata uang yen Jepang masih tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan Senin (15/4/19) setelah sebelumnya mencatat pelemahan dua hari beruntun (USD/JPY bergerak naik).

Yen Rontok ke Level Terlemah dalam 5 Pekan - PT Rifan Financindo

Foto: Mata Uang Yen. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon/Files)

Hanya dalam dua hari itu, yen langsung berada di level terlemah dalam lima pekan, atau tepatnya sejak 5 Maret lalu.

Pada pukul 7:00 WIB, yen berpindah tangan di kisaran 112,03/US$, lebih lemah tipis dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (12/4/19) di kisaran 112,00/US$, melansir kuotasi MetaTrader 5.

Pelemahan yen sejak perdagangan Kamis (11/4/19) dipicu oleh kuatnya data ekonomi Amerika Serikat (AS) disusul dengan meningkatnya risk appetite investor yang tercermin dari penguatan bursa saham global.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi sektor produsen atau indeks harga produsen naik sebesar 0,6% di bulan Maret dari bulan sebelumnya (month-on-month, dan menjadi yang tertinggi dalam 5 bulan terakhir.

Institusi yang sama juga merilis data jumlah klaim tunjangan pengangguran dalam sepekan yang berakhir 6 April sebanyak 196.000. Jumlah klaim di pekan lalu itu merupakan yang terendah dalam 49 tahun terakhir, tepatnya sejak Oktober 1969. Data ini terkait dengan data utama tenaga kerja yang dirilis tiap bulan.

Bagusnya data ekonomi AS tersebut, ditambah dengan laporan laba perusahaan-perusahaan AS yang lebih tinggi dari prediksi membuat Bursa Saham AS/Wall Street menguat di hari Jumat, menyusul bursa Asia dan Eropa yang lebih dulu menghijau.

Tiga indeks utama di Wall Street membukukan performa impresif di hari Jumat, indeks Dow Jones menguat 269 poin atau sekitar 1%, Nasdaq naik 0,46%, dan S&P 500 menembus ke atas level 2.900 untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir.

Penguatan Wall Street di hari Jumat membuka peluang kembali menghijaunya bursa Asia hari ini. Arah pergerakan bursa di Benua Kuning kerap kali mengikuti pergerakan bursa AS, yang tentunya menjadi kabar kurang bagus bagi yen. Menyandang gelar safe haven, mata uang Jepang ini tidak akan menarik bagi pelaku saat bursa saham menguat, dan berpotensi kembali melemah.
TIM RISET CNBC INDONESIA (prm)

Sumber : CNBC
Baca Juga :
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFAN FINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
  • PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi