PT Rifan Financindo – JAKARTA – World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada hingga 5 Agustus mendatang akan memfokuskan pembahasan kepada pengembangan UMKM.

Menurut Ketua WIEF Foundation, Tun Musa Hitam, pembahasan ini sesuai dengan ekonomi Indonesia yang memiliki tulang punggung ekonomi pada sektor UMKM. Khususnya pada UMKM yang bergerak dalam bisnis syariah.

“Indonesia merupakan 10 ekonomi terbesar selain menjadi satu negara dengan populasi muslim terbesar. Indonesia sebenarnya bisa menggunakan keahlian dari lebih dari 100 peserta dalam forum ini. Forum ini akan terus memenuhi kebutuhan khusus sektor masyarakat, fokus pada infrastruktur, pariwisata halal, fashion yang sopan, dan keuangan islam. Kami sengaja membuat sesi untuk membangun jaring khususnya untuk prospek bisnis yang sebelumnya belum dipikirkan, kami ingin ciptakan peluang,” jelasnya di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Tun Musa melanjutkan, selama ini banyak negara yang salah fokus dalam melakukan pembangunan. Pembangunan hanya fokus kepada pusat kota. Namun, Indonesia dinilai berhasil mengurangi angka pengangguran dengan pembangunan infrastruktur pada berbagai daerah yang berdampak pada semakin hidupnya usaha UMKM.

“Banyak negara berkembang yang janya fokus pada pusat kota yang mengambil keuntungan dari infrastruktur yang sudah ada. Dengan begitu, terjadi implikasi negatif, migrasi dari desa ke kota, akibat pertumbuhan populasi perkotaan sangat cepat yang kemudian menimbulkan tekana yang berujung pada infra sosial. Pedesaan alami penurunan, kesempatan tidak terlalu besar untuk ekonomi. Tentu ini tidak diinginkan oleh pemerintah yang ingin membangun ekonomi,” imbuhnya.

Untuk itu, terdapat beberapa festival atau pameran yang sengaja diadakan pada acara ini. Diharapkan, UMKM dapat saling terinspirasi dengan adanya pemeran ini.
“Juga ada pameran. Ini dapat dimanfaatkan,” tutupnya.

– World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada hingga 5 Agustus mendatang akan memfokuskan pembahasan kepada pengembangan UMKM.

Menurut Ketua WIEF Foundation, Tun Musa Hitam, pembahasan ini sesuai dengan ekonomi Indonesia yang memiliki tulang punggung ekonomi pada sektor UMKM. Khususnya pada UMKM yang bergerak dalam bisnis syariah.

“Indonesia merupakan 10 ekonomi terbesar selain menjadi satu negara dengan populasi muslim terbesar. Indonesia sebenarnya bisa menggunakan keahlian dari lebih dari 100 peserta dalam forum ini. Forum ini akan terus memenuhi kebutuhan khusus sektor masyarakat, fokus pada infrastruktur, pariwisata halal, fashion yang sopan, dan keuangan islam. Kami sengaja membuat sesi untuk membangun jaring khususnya untuk prospek bisnis yang sebelumnya belum dipikirkan, kami ingin ciptakan peluang,” jelasnya di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Tun Musa melanjutkan, selama ini banyak negara yang salah fokus dalam melakukan pembangunan. Pembangunan hanya fokus kepada pusat kota. Namun, Indonesia dinilai berhasil mengurangi angka pengangguran dengan pembangunan infrastruktur pada berbagai daerah yang berdampak pada semakin hidupnya usaha UMKM.

“Banyak negara berkembang yang janya fokus pada pusat kota yang mengambil keuntungan dari infrastruktur yang sudah ada. Dengan begitu, terjadi implikasi negatif, migrasi dari desa ke kota, akibat pertumbuhan populasi perkotaan sangat cepat yang kemudian menimbulkan tekana yang berujung pada infra sosial. Pedesaan alami penurunan, kesempatan tidak terlalu besar untuk ekonomi. Tentu ini tidak diinginkan oleh pemerintah yang ingin membangun ekonomi,” imbuhnya.

Untuk itu, terdapat beberapa festival atau pameran yang sengaja diadakan pada acara ini. Diharapkan, UMKM dapat saling terinspirasi dengan adanya pemeran ini.

“Juga ada pameran. Ini dapat dimanfaatkan,” tutupnya.

(rzy)

Sumber : Okezone