RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Selama kuartal pertama tahun ini, World Gold Council memperkirakan bahwa sebanyak 120 ton emas ditambahkan ke cadangan bank sentral global. Bank-bank sentral telah menaikkan bagian mereka dari permintaan emas secara keseluruhan dari sekitar 2% di tahun 2010 menjadi sebanyak 14% pada tahun 2013 dan 2014.

Gambarini, seorang analis dari Capital Economics mengharapkan bahwa tren dapat menguat dan ia menambahkan bahwa setiap pasar yang dipilih oleh bank sentral untuk mengurangi tekanan terhadap dolar masih memiliki beberapa alternatif yang kredibel untuk emas.

Sebagian besar negara-negara berkembang masih memegang kurang dari 10% dari cadangan mereka di emas, dibandingkan dengan 70% atau lebih di negara maju. Diakui, pangsa pasar yang jauh lebih tinggi dapat menjadi keuntungan bagi Gold Standard. Meskipun demikian, pangsa optimal yang membuat sebagian besar emas mendapat benefit mungkin setidaknya harus 15% bahkan, Bank Sentral Eropa (ECB), yang telah lama berdiri setelah penutupan Gold Standard memegang sekitar 25% dari cadangan emas.

Kepala ekonom Warren Hogan dan strategi komoditas Victor Thianpiriya dari ANZ, bank Antipodean, pada permasalahan tersebut adalah, ?Jika semua bank sentral di dunia yang memegang setidaknya 5% dari cadangan devisa mereka terhadap emas, ini akan membutuhkan pembelian hampir 8.000 ton emas,? bantah Hogan dan Thianpiriya.

Walaupun bank sentral Rusia menjadi yang paling aktif baru-baru ini (tercatat 30 ton pada bulan Maret dan 8,3 ton pada bulan April), rumor tentang pembelian besar-besaran dari PBOC masih bertahan sampai sekarang. Cadangan emas Tiongkok secara resmi sebanyak 1.054 ton.

ANZ memperkirakan bahwa harga emas bisa melonjak sampai ke $ 2.000 per ons pada akhir dekade sementara Capital Economics memiliki perkiraan emas mencapai $ 1.400 untuk akhir tahun ini.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/wgc-cadangan-emas-bank-sentral-dunia-akan-bertambah-120-ton/