PT Rifanfinancindo – JAKARTA – PT Waskita Beton Precast Tbk hari ini menggelar public expose dan due diligence meeting dalam rangka rencana untuk melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Anak usaha dari PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ini rencananya akan melepas saham sebanyak-banyaknya 10.544.463.000 atau setara dengan 40 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

“Kami juga menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi yakni PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas,” kata Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Rencananya perseroan akan menjual sahamnya di kisaran Rp400-Rp500 per lembar saham. Jika dihitung dari jumlah saham yang dilepas perseroan akan meraup dana sekira Rp4,27-5,27 triliun. Jarot mengatakan, dana tersebut rencananya akan digunakan untuk keperluan modal kerja dan pengembangan usaha.

Sekadar informasi, periode penawaran awal (bookbuildin) akan dilangsungkan pada 10-26 Agustus 2016. Sementara pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 7 September 2016. Sedangkan pelaksanaan IPO akan dilangsungkan pada 20 September 2016.

(mrt,Rifanfinancindo)

Sumber : Okezone

Riset Saham Asjaya Indosurya: Capital Inflow Akan Dorong IHSG ke Level 5.500

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin dianggap sebuah koreksi wajar. Dipercayai IHSG masih dapat untuk mencoba kembali ke jalur hijau.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi laju IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.404 dan resistance 5.500 yang dinilai berpotensi dicapai dalam waktu dekat.

“Pola gerak IHSG terlihat masih memiliki potensi yang cukup besar untuk melanjutkan kenaikan. Hal ini ditunjukkan dengan kondisi capital inflow yang masih terus berlangsung, ditambah lagi dengan kondisi perekonomian yang stabil,” ujarnya dalam riset, Rabu (10/8/2016).

Namun, lanjut William, kondisi harga komoditas yang masih belum stabil memang masih akan memberikan sedikit pengaruh terhadap pola gerak IHSG. Namun jika terjadi pelemahan menurutnya itu merupakan hal yang wajar dan dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi beli.

“Setiap koreksi wajar di tengah perjalanan uptrend dapat selalu dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi pembelian bagi investor. IHSG hari ini berpotensi menguat,” pungkasnya.

(rai)

Sumber : Okezone