NEW YORK – Saham-saham di Wall Street tumbang pada Rabu waktu setempat. Hal ini dipicu anjloknya harga minyak ke posisi terendah sejak 2003 silam.

Melansir Reuters, Kamis (21/1/2016), indeks S & P 500 berakhir turun 1,17 persen ke 1.859,33, atau merupakan penutupan terendah sejak Oktober 2014.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average berakhir jatuh 1,56 persen atau 249,28 poin ke level 15.766,74. Kemudian, indeks komposit Nasdaq anjlok 5,26 poin atau 0,12 persen menjadi 4.471,69.

Kejatuhan Wall Street dipicu dari dalamnya penurunan indeks S & P. Saham Russell turun 3,6 persen di akhir sesi yang memukul indeks tersebut. Kemudian saham Exxon turun 4,21 persen dan Chevron merosot 3,10 persen.

Runtuhnya harga minyak dan kekhawatiran perlambatan di China sebagai perekonomian terbesar kedua di dunia dan pasar utama bagi perusahaan-perusahaan AS, telah memicu jatuhnya indeks S & P 500 yang turun hingga sembilan persen tahun ini. Dalam enam bulan terakhir, sektor energi telah jatuh 26 persen.

“Ketakutan investor adalah apakah besok akan membawa lebih banyak penjualan? Orang-orang bahkan tidak berpikir tentang hari ini, mereka berpikir tentang besok, “kata Analis Riset Ekuitas Senior di Fort Pitt Capital Group di Pittsburgh, Kim Forrest.

Sementara itu, harga minyak mentah AS merosot 6,6 persen pada Rabu, karena banyaknya pasokan dan membuat kekhawatiran atas permintaan.(rai)

(rhs)

Sumber : economy.okezone.com/read/2016/01/21/278/1293334/wall-street-tumbang-akibat-harga-minyak