NEW YORK – Sebuah lonjakan pada saham industri dasar atau material membantu penguatan di pasar saham Amerika Serikat (AS) untuk hari kedua berturut-turut. Meskipun, keuntungan terbatas menjelang laporan pekerjaan pada akhir pekan ini.

Sektor industri dasar di indeks The S&P 500 (SPLRCM) naik 2,8 persen, memimpin kenaikan hari ini. Di sisi lain, pelemahan dalam dolar AS mengangkat harga tembaga dan logam lainnya.

Indeks dolar AS jatuh karena data AS yang lemah, ini mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS tahun ini. Meski demikian, melemahnya dolar AS menguntungkan perusahaan AS yang bergantung pada penjualan di luar negeri.

Data menunjukkan produktivitas non-pertanian turun pada kuartal keempat, dan menjadi laju tercepat dalam lebih dari satu tahun, sementara pesanan baru barang pabrik di AS juga jatuh paling dalam setahun.

kepala eksekutif Sarhan Capital di New York, Adam Sarhan, mengatakan pasar sedang mencoba untuk bangkit dari tingkat oversold, tetapi harus berjuang karena pelemahan pendapatan dan data ekonomi.

“Kami sekarang melihat banyak data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan. Katalis bullish saja tidak ada, untuk memastikan kenaikan suku bunga lebih lanjut,” kata dia seperti dilansir dari Reuters, Jumat (5/2/2016).

Indeks Dow Jones industrial average naik 79,92 poin atau 0,49 persen ke 16.416,58, indeks S&P 500 naik 2,92 poin atau 0,15 persen ke 1.915,45 dan Nasdaq Composite menguat 5,32 poin atau 0,12 persen ke 4.509,56.

Sekira 9,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, sedikit lebih rendah dari rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebesar 9,4 miliar.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/02/05/278/1305309/wall-street-terbantu-lonjakan-industri-material