RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Sebagian besar saham AS ditutup lebih rendah pada sesi Kamis, setelah bergerak di rentang yang sempit antara keuntungan dan kerugian, dikarenakan pembacaan pada penjualan ritel dan klaim pengangguran menunjukkan bahwa perekonomian AS sudah kembali sehat.

Dow Jones Industrial Average yang telah off sekitar 61 poin dan naik 79, ditutup naik 5,74 poin dan menetap di level 17,408.25. Di sisi lain, S & P 500 menurun 2,66 poin atau 0,1% ke level 2.083,39, setelah tenggelam hampir sebesar 8 poin dan naik hampir 7 poin sebelumnya. Sektor consumer-discretionary naik 0,6% sementara sektor energi merosot 1,4% seiring dengan harga minyak yang mencapai level terendah sejak Maret 2009. Nasdaq Composite Index turun 10,83 poin atau 0,2% menjadi ditutup pada 5.033,56, setelah turun sekitar 15 poin dan naik 27 poin di awal sesi.

Investor saham bersaing dengan prospek ekonomi AS yang sepertinya cukup sehat untuk menjamin kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, sementara mereka juga berjuang dengan upaya Tiongkok untuk mendevaluasi mata uangnya demi membantu meningkatkan ekspor dan memperbaiki perekonomian negara tersebut.

Departemen Perdagangan mengatakan pada hari Kamis bahwa penjualan ritel naik 0,6% pada bulan Juli, tepat di bawah perkiraan konsensus untuk kenaikan 0,7%, sedangkan penjualan untuk Mei dan Juni direvisi lebih tinggi. Data pengangguran-klaim mingguan juga menawarkan tanda-tanda optimis.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/wall-street-merana-pada-penutupan/