NEW YORK – Pasar saham Amerika Serikat (AS) berhasil rally, karena lonjakan harga minyak mengangkat saham-saham sektor energi dan keuangan. Nasdaq yang sempat terpuruk, berhasil lepas dari posisi terendahnya.

Harga minyak LCOc1 CLc1 menguat, karena investor mengambil keuntungan dari dolar AS yang melemah. Komentar menteri luar negeri Rusia menghidupkan kembali harapan adanya kesepakatan antara produsen minyak untuk memangkas output.

“Apa yang (pasar) perhatikan adalah pergerakan komoditas dan dolar. Itu yang mendorong rotasi di pasar ekuitas dan nama momentum dalam emiten berbasis komoditas,” kata kepala investasi di Greenwood Capital Associates, Walter Todd, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (4/2/2016).

Indeks Dow Jones industrial average menguat 183,12 poin atau 1,13 persen ke 16.336,66, indeks S&P 500 naik 9,5 poin atau 0,5 persen ke 1.912,53, dan Nasdaq Composite turun 12,71 poin atau 0,28 persen ke 4.504,24 .

Namun, saham Alphabet saham (GOOGL.O) anjlok 4 persen menjadi USD749,38 dan perusahaan bergerak kembali di bawah kapitalisasi pasar Apple (AAPL.O). Apple, perusahaan paling berharga di dunia, naik 2 persen pada USD96,35.

Sekira 10,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas rata-rata harian 20 hari perdagangan terakhir, sebesar 9,2 miliar.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/02/04/278/1304415/wall-street-lanjutkan-penguatan-berkat-melemahnya-minyak