RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Petani kopi di Vietnam, pemasok top dunia dari berbagai jenis robusta yang digunakan oleh Nestle SA, membatasi penjualan untuk mengamankan harga agar tetap lebih tinggi dan juga bantuan kredit murah yang meningkatkan kemampuan mereka untuk menyimpan biji.

Output pada 1 Oktober kemaren mungkin akan jatuh sekitar 6 persen menjadi 1,62 juta metrik ton dari rekor 1,72 juta ton setahun sebelumnya, demikian menurut data median dari 15 perkiraan pedagang yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Petani menjual 15 persen dari total tanamannya pada akhir Desember, dibandingkan dengan 22 persen pada tahun sebelumnya, demikian survei menunjukkan. Pemanenan hampir selesai, kata mereka.

Kopi berjangka naik 14 persen di London pada tahun 2014 karena permintaan melebihi pasokan. Petani memanen tanaman jauh lebih sedikit di Vietnam, dengan pohon-pohon yang menghasilkan buah ceri lebih sedikit dari tahun sebelumnya, karena kekeringan mengancam Brazil dan mengganggu pasokan dari petani terbesar arabika tersebut dan terbesar kedua dari jenis kopi robusta. Vietnam telah memangkas suku bunga untuk memacu pinjaman dan mendevaluasi dong untuk meningkatkan ekspor.

Robusta berjangka menetap di level $ 1.969 per ton di ICE Futures Europe kemarin, naik 2,8 persen tahun ini. Arabika, disukai oleh pembuat kopi khusus seperti Starbucks Corp., ditutup pada level $ 1,769 per pon di New York dan mendapatkan kenaikan 6,2 persen tahun ini setelah melompat 51 persen pada 2014. Harga premium robusta adalah 87,59 sen per pon.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/vietnam-batasi-produksi-robusta-alami-kenaikan/