RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pergerakan pasar mata uang di hari Kamis(20/8), dollar AS terpantau mengalami penguatan terhadap yen setelah permintaan greenback mengalami penurunan tajam ketika melambatnya pertumbuhan inflasi konsumen Amerika ditengah spekulasi bahwa The Fed akan menunda kembali kenaikan suku bunga di bulan September mendatang.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, USDJPY menguat 0.08% di level 123.91 dimana pasangan tersebut bergerak menyentuh level 123.79 untuk sesi terendah harian dan level 123.94 untuk sesi tertinggi harian.

Dollar AS terlihat mencoba bangkit kembali dengan mengalami penguatan terhadap yen pada pagi ini, ketika greenback terpukul untuk jatuh dan alami pelemahan terhadap yen akibat melambatnya pertumbuhan inflasi konsumen Amerika.

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja menyebutkan bahwa inflasi konsumen AS telah melambat dengan alami kenaikan hanya sebesar 0.1% di bulan Juli, setelah naik sebesar 0.3% di bulan Juni.

Sementara itu, faktor lain yang juga menekan dollar AS mengalami pelemahan telah datang ketika hasil laporan FOMC di bulan Juli bocor 15 menit sebelum waktu yang ditentukan. Akibat dari kejadian tersebut, Presiden Federal Reserve Janet Yellen mengurungkan niatnya untuk melakukan konferensi pers dan justruk memilih untuk mendiskusikan perundingan mereka secara tertutup.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/usdjpy-coba-bangkit-pasca-jatuh/