TERPOPULER: Industri Minyak Global Butuh USD700 Miliar

PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Badan Energi Internasional (IEA) mengungkapkan industri minyak membutuhkan investasi USD700 miliar per tahun. Kebutuhan investasi ini bisa dibilang sangat mendesak atau urgent.

Jika investasi ini tidak terpenuhi, dikhawatirkan industri minyak akan mengalami kerontokan produksi alias memasuki siklus boom and bust.

Siklus tersebut sebenarnya bisa dihindari. Syaratnya, harus ada banyak dana yang digelontorkan untuk melakukan eksplorasi serta pengembangan lapangan minyak baru. Hal ini akan membuat terpenuhinya pasokan di awal dasawarsa mendatang.

Sementara, investasi untuk cadangan minyak baru pada 2015, berada di titik terendah sejak era 1950-an.

“Kami memperkirakan jika proyek baru masih tetap rendah pada 2017, maka menjadi semakin tidak mungkin permintaan dan pasokan dapat disesuaikan di era 2020 awal tanpa diawali dengan siklus kegagalan baru untuk industri ini,” kata laporan tertulis World Energy Outlook IEA, seperti dilansir BBC.

Kelebihan pasokan minyak telah mendorong turunnya harga minyak mentah dalam beberapa tahun terakhir. Harga minyak telah jatuh USD100 per barel pada 2014, dan di bawah USD30 per barel pada awal tahun ini.

Akibatnya, investasi di bidang minyak baru ini juga telah jatuh, yakni dari USD780 miliar pada 2014 menjadi USD580 miliar pada 2015, dan USD440 miliar pada tahun ini.

(wdi, Rifan Financindo)

Sumber : Okezone