PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Upah Minimum Kota (UMK) Balikpapan, Kalimantan Timur, tahun 2017 diusulkan naik menjadi Rp2.339.000 atau sama dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur yang sudah ditetapkan Gubernur Awang Faroek Ishak.

UMK senilai itu naik sebesar 8,25 persen dari UMK yang berlaku sekarang, yaitu Rp2.225.000. UMK ditetapkan berdasarkan kebutuhan hidup minimal pekerja bujangan di kota setempat.

“Tapi sementara ini Apindo belum sepakat,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Balikpapan, Tirta Dewi, Kamis (10/11/2016).

Namun demikian, Tirta Dewi berharap, sebelum 21 November 2016, angka UMK baru sudah dapat disepakati sehingga bisa diumumkan pada tanggal tersebut, sesuai batas akhir yang ditetapkan pemerintah.

Usulan kenaikan sebesar 8,25 persen tersebut mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 tahun 2015 tentang Pengupahan. Sesuai sebutannya sebagai upah minimum, maka jumlah upah yang ditetapkan tersebut adalah batas bawah.

“UMK ini harus lebih tinggi daripada UMP,” kata Tirta Dewi.

UMK juga mengacu kepada inflasi yang terjadi. Berdasar data Badan Pusat Statistik, inflasi di Balikpapan mencapai 2,7 persen hingga November 2016.

Sebagai kota yang melayani industri minyak dan gas, sebagian besar pekerja di Balikpapan berada di sektor itu. Namun demikian, UMP atau pun UMK bukan isu bagi para pekerja migas yang dibayar dua hingga tiga kali lipat UMK untuk kategori yang sama dengan pekerja di sektor lain.

“Yang berkepentingan dengan UMK ini adalah sektor jasa seperti perhotelan, manufaktur, hingga perdagangan,” kata Tirta Dewi.

(fds)

Sumber : Okezone