Rifanfinancindo – PALEMBANG – Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami penurunan harga. Tercatat, harga emas Antam 1 gram turun Rp2.000 menjadi Rp597.000 dari harga sebelumnya Rp599.000

Melansir logammulia, Selasa (6/12/2016), harga buy back turun Rp7.000 menjadi Rp507.000 per gram dari harga sebelumnya Rp514.000. Sementara harga emas ukuran 2 gram dijual Rp1.154.000, 2,5 gram dibanderol Rp1.432.500 dan 3 gram Rp1.713.000.

Selanjutnya, harga emas ukuran 4 gram dan 5 gram, masing-masing dibanderol Rp2.272.000 dan Rp2.840.000. Lalu ukuran 10 gram Rp5.605.000.

Emas ukuran 25 gram Rp13.875.000, 50 gram Rp27.600.000 dan 100 gram Rp55.025.000. Selanjutnya, emas ukuran 250 gram dihargai Rp137.175.000 dan 500 gram Rp273.975.000.

Sementara untuk produk batik 10 gram di harga Rp6.055.000 dan ukuran 20 gram seharga Rp11.690.000.

(dni)

Sumber : Okezone

 

Harga Emas Turun Jelang Pertemuan The Fed

Rifanfinancindo – PALEMBANG – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), karena berlanjutnya pembicaraan tentang kenaikan suku bunga menekan logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun USD1,3 atau 0,11% menjadi menetap di USD1.176,50 per ounce.

Emas diletakkan di bawah tekanan lebih lanjut ketika Presiden Fed New York, William Dudley, mengatakan kepada khalayak Kota New York pada acara “Asosiasi untuk New York yang Lebih Baik” bahwa ia akan mendukung kenaikan bertahap (suku bunga) karena ia percaya Federal Reserve AS hampir mencapai kedua mandatnya, mengendalikan inflasi dan meningkatkan lapangan kerja.

Para investor percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 menjadi setidaknya 0,75 adalah 93% pada pertemuan Desember dan 93%untuk pertemuan Februari.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang berbasis di AS menunjukkan indeks non-manufaktur penting meningkat ke level 57,2 selama Juli, angka yang lebih baik dari yang diharapkan dan di atas tingkat tertinggi dari kisaran konsensus.

Analis mencatat penguatan dalam pesanan baru dan pesanan ekspor, lebih lanjut meningkatkan kepercayaan investor, menempatkan tekanan pada logam mulia.

Para investor pekan ini sedang menunggu laporan perdagangan internasional pada Selasa, lowongan pekerjaan dan survei perputaran tenaga kerja pada Rabu (7/12), laporan klaim pengangguran mingguan pada Kamis (8/12), dan laporan sentimen konsumen pada Jumat (9/12).

Perak untuk pengiriman Maret bertambah 6,7 sen, atau 0,40% menjadi ditutup pada USD16,899 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD5,9 atau 0,63%, menjadi ditutup pada USD938,60 per ounce.

(dni)

Sumber : Okezone