RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Neraca perdagangan Turki sedikit sekali mendapat sorotan ditahun ini. Selain tidak memiliki deposito emas yang signifikan, ekspor Emas yang dilakukannya mengalami peningkatan sekitar 70 persen mendekati selisih neraca saat ini, demikian ungkap pemerintah Turki pada Jumat (10/04).

Dalam tiga puluh tahun terakhir, Turki menjadi negara importir emas selama 28 tahun. Sejak 2012 silam, Turki berubah menjadi negara pengekspor emas ketika mereka melakukan pembelian gas Iran. Berpijak pada spekulasi sanksi internasional akan Iran akan segera berakhir secepatnya, sehingga aksi borong gas Iran dengan emas dilakukannya.

Menghadapi kondisi ekonomi global yang tengah melambat dan inflasi yang beranjak naik, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menunjukkan upaya pengurangan defisit anggaran berjalan sebagai salah satu keberhasilan ekonomi menjelang pemilihan umum Parlemen pada Juni nanti. Hal yang mengkhawatirkan adalah upaya penurunan defisit anggaran ini dengan mengekspor emas, sejauh ini Iran menjadi sosok nyata tersangkanya.

Dalam catatan perdagangan Turki, dikatakan bahwa selama dua bulan pertama tahun ini jumlah ekspor emas meningkat sebesar $2.58 milyar dari angka $398 milyar di tahun lalu. Angka ini cukup mempersempit defisit anggaran dibulan Januari ? Februari sebesar $5.7 milyar. Jumlah emas yang dikirim ke Iran memang tidak semerta-merta berasal dari cadangan Bank Sentral. Terbukti jumlah kepemilikan emas oleh Bank Sentral hanya mengalami perubahan kecil di tahun ini, menurun 3 persen dari posisi akhir 2014 menjadi sebesar $19.5 milyar, ungkap Bank Sentral.

Pihak Bank Sentral Turki juga menyatakan bahwa defisit anggaran sebesar $3.2 milyar selama dua bulan pertama 2015, mengalami penurunan sebesar 4.2 persen dibanding periode yang sama di tahun 2014. Target defisit anggaran tahun ini sebesar 4 persen dari PDB yang ditargetkan akan mengalami pertumbuhan sebesar 5.5 persen 2014 dan tidak lagi menjadi hal yang bisa membahayakan perekonomian, tegas menteri Ekonomi Turki Nihat Zeybekci. Sejauh ini tidak ada keterangan dari Bank Sentral Turki berkenaan dengan nilai ekspor emas yang mengalami peningkatan dan menjadi penggerak utama neraca anggaran saat ini.

Lonjakan nilai ekspor Emas Turki pada 2012 kini juga diselidiki oleh kepolisian untuk melihat keterlibatan pedagang emas Iran, Riza Sarraf. Sebelumnya Riza Sarraf telah ditahan karena penyuapan terhadap pejabat pemerintah yang berwenang dalam melakukan perdagangan emas senilai 12 Milyar Dolar AS tersebut, menurut AHaber TV Turki. Penahanan atas Sarraf dikatakan oleh pemerintah sebagai upaya asing untuk melengserkan Erdogan, selanjutnya Perdana Menteri, kemudian semua tuduhan terhadap Erdogan dihentikan.

Turunnya defisit anggaran juga dipengaruhi oleh jatuhnya harga minyak mentah saat ini, yang turun lebih dari 50% sejak akhir tahun lalu di harga $115 per barel. Nilai impor energi Turki menurun sehingga mendukung penurunan defisit anggaran. Rencana kenaikan suku bunga AS yang akan berdampak terhadap jatuhnya harga emas tentu akan menimbulkan gangguan dalam upaya Turki mengurangi neraca anggaran yang terbantu dengan ekspor Emasnya. Jika harga emas terus merosot, defisit anggaran Turki tentu akan melebar kembali.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/turki-dan-cadangan-rahasia-emas-iran/