PT Rifan Financindo – JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga perdagangan Rabu 20 Juli 2016, total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 42 emisi dari 35 emiten senilai Rp56,02 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.

Disebutkan, dengan pencatatan ini maka total total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 291 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp273,56 triliun dan USD50 juta, yang diterbitkan oleh 103 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 91 seri dengan nilai nominal Rp1.615,38 triliun dan USD1,24 miliar serta lima EBA tercatat senilai Rp1,95 triliun.

Jumlah ini bertambah seiring dicatatkannya obligasi I Indonesia Infrastructure Finance 2016 yang diterbitkan PT Indonesia Infrastructure Finance di BEI. Obligasi dengan tingkat bunga tetap tersebut dicatatkan dengan jumlah pokok Rp1,50 triliun terdiri dari Seri A Rp825 miliar berjangka waktu tiga tahun, Seri B Rp250 miliar jangka waktu lima tahun dan Seri C Rp425 miliar jangka waktu tujuah tahun.

Adapun hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAAA dan PT Fitch Ratings Indonesia yaitu AAA(idn). Bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk (MEGA).

(dni)

Sumber : Okezone

Saham Bank Windu Masuk Pengawasan BEI

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Lantaran terjadi penurunan harga di luar kewajaran dan kenaikan aktivitas dibandingkan priode sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan saham PT Bank Windu Kentjana Internasional Tbk (MCOR). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.

Menurut Irvan Susandy, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan Rabu menyebutkan bahwa informasi terakhir emiten pada 15 Juli 2016 soal pencabutan kepala divisi audit internal. Investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mengkaji kembali aksi korporasi yang belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Harga saham perseroan pada 1 Juli 2016 masih berada di level Rp202 per lembar dan sempat terjun ke level Rp114 pada penutupan Selasa kemarin.

Sebagai informasi, tahun ini PT Bank WIndu Kenjana Internasional Tbk membidik pertumbuhan aset hingga Rp15,53 triliun. Target ini tumbuh sebesar 55 persen dibandingkan posisi aset akhir 2015 lalu sebesar Rp10,08 triliun.

Presiden Direktur Bank Windu, Louis Sudarmana pernah mengatakan, pertumbuhan aset tersebut akan didukuung dengan masuknya China Construction Bank (CCB) menjadi pemegang saham pengendali (PSP).

Dengan target aset yang tinggi, pihaknya juga menargetkan akan menggenjot kredit hingga 55,6 persen dari Rp7,26 triliun menjadi Rp 11,30 triliun.

?Dengan masuknya investor CCB itu, otomatis permodalan kita juga naik dan itu bisa disalurkan untuk penyaluran kredit,? kata Louis.

(dni)

Sumber : Okezone