JAKARTA – Tanpa utang tidak ada pembangunan, itulah yang terus dilakukan pemerintah Indonesia dari masa ke masa. Saat ini, pemerintahan Jokowi-JK juga utang di tengah penerimaan negara yang tidak pernah tercapai.

Apalagi, utang pun digunakan sebagai pembiayaan untuk pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia. Jokowi pun ngebet dengan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya.

Di sisi lain, melambatnya pertumbuhan ekonomi akan menjadi kendala pemerintahan Jokowi-JK. Belum lama ini, Bank Indonesia memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2016 hanya 5-5,4 persen.

Ketiga berita tersebut, merupakan berita-berita yang populer selama akhir pekan kemarin di kanal bisnis Okezone. Berikut berita selengkapnya:

1. Utang Pemerintah Rp3.263,56 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan, posisi utang pemerintah pada Maret 2016 mencapai Rp3.263,56 triliun. Utang tersebut terdiri dari pinjaman Rp750,16 triliun dan SBN Rp2.513,36 triliun.

Bambang mengatakan, perkembangan ratio utang terhadap PDB kalau kita lihat posisi 2016 dengan menggunakan APBN 2016 di kisaran 27 persen, jadi total akumulasi utang pemerintah 27 persen dari total PDB.

“Jelas termasuk relatif rendah dibanding negara yang perekonomiannya sama atau lebih besar dibandingkan Indonesia,” tuturnya di Gedung DPR RI Jakarta, Senin, 23 Mei 2016.

Bambang menjelaskan, dari pinjaman tentu luar negeri mendominasi, ada bilateral, multilateral, komersial dan suplier. Lima lander terbesar hanya pinjaman Bank Dunia, Jepang, ADB, Prancis dan Jerman.

“Sedangkan SBN yang sudah diterbitkan Rp2.513,36 triliun terdiri dari valas Rp658,6 triliun ini ada valas USD, EURO dan Yen. Sisanya Rupiah, yaitu pinjaman Rp1854,78 triliun. Saat ini sekitar 38 persen SBN didominasi Rupiah dipegang investor asing,” terangnya.

2. Ke Jepang, Jokowi Akan Tagih Pembangunan Kereta Sedang Jakarta-Surabaya

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengungkapkan, acara bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe akan terjadi dua kerjasama yang cukup penting.

Pramono menuturkan, dua hal yang bakal menjadi kerjasama adalah keinginan pemerintah Jepang untuk membangun Pelabuhan Patimban di Subang, yang menjadi pelabuhan pengganti Cilamaya. Yang kedua, keinginan pemerintah Jepang untuk membangun kereta api sedang Jakarta-Surabaya.

“Tentunya ini pasti akan ditanyakan oleh pemerintah Jepang,” kata Pramono di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis 26 Mei 2016

Pramono menyebutkan, pemerintah kabinet kerja telah mempersiapkan dokumen-dokumen mengenai perencanaan pembangunan Pelabuhan Patimban.

“Karena sudah ada pembicaraan antara menteri perhubungan dengan pemerintah Jepang,” tambahnya.

Mengenai dokumen kereta api sedang Jakarta-Surabaya, Pramono mengungkapkan, masih dalam proses finalisasi. Begitupun dengan nilainya.

3. BI Pangkas Pertumbuhan Ekonomi, Menko Darmin: Saya Tak Kaget

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengaku tidak kaget dengan pemangkasan pertumbuhan ekonomi yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) menjadi 5,0-5,4 persen dari yang sebelumnya dipatok 5,2-5,6 persen.

Pemangkasan pertumbuhan ekonomi kata Darmin. bila dilihat dari pendekatan keuangan. Akan tetapi, bila dilihat dari pendekatan sektor riil, pembangunan infrastruktur masih terus berjalan.

“Saya tidak surprise kalau dilihat dari pendekatan keuangan sekarang ini kemudian arahnya dikoreksinya sedikit ke bawah, tetapi kalau dilihat dari pendekatan sektor riilnya bahwa pembangunan infrastruktur itu jalan,” ujarnya di Balai Kartini, Jakarta, Senin, 23 Mei 2016.

Padahal, pemerintah masih memiliki program guna mendukung sektor riil, industri, perikanan, serta pariwisata. Maka, lanjut dia, jika dilihat dari sektor-sektor tersebut, pertumbuhan ekonomi pada 2017 tidak seharusnya disesuaikan ke bawah.

“Pemerintah punya program untuk mendorong sektor riilnya, industrinya, perikanannya, pariwisatanya. Kalau dilihat dari arah situ, 2017 tidak mesti di-adjust ke bawah,” pungkasnya.

(dni)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/05/27/320/1399124/top-of-the-week-utang-ri-rp3-263-56-triliun-dan-laju-ekonomi-dipangkas?page=2