RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Hasil penelitian dari tim bank sentral Tiongkok mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia ini bisa mengalami perlambatan menjadi 7,1% tahun depan, turun dari tahun ini yang berkisar 7,4%. Hal ini terjadi karena terbebani oleh penurunan pasar properti dalam negeri.

Para peneliti mengatakan bahwa indeks harga konsumen bisa mencapai 2,2%, sedikit lebih baik ketimbang sekitar 2% untuk tahun ini.

Para peneliti juga memperkirakan bahwa ekspor barang bisa mengalami perbaikan pertumbuhan tahun-ke-tahun, yakni sebesar 6,9% pada tahun 2015, naik dari 6,1% tahun ini, dengan neraca transaksi berjalan berposisi di sekitar 2,4% dari produk domestik bruto, sebagian besar tidak berubah dari 2014.

Perkiraan dibuat dalam kertas kerja yang diterbitkan di situs Bank Rakyat Cina yang bertanggal 13 November Jumat lalu. Namun Bank sentral mengatakan, bagaimanapun, tim tidak mewakili pandangan resmi bank.

Pembuat kebijakan top Tiongkok pekan lalu mengadakan pertemuan kunci untuk memetakan prioritas ekonomi tahun depan. Tapi mereka tidak mengumumkan target ekonomi tertentu. Secara umum mereka akan berencana untuk mengurangi target pertumbuhan ekonomi yang diawasi secara ketat untuk 2015. Kisaran target resmi tahun ini untuk pertumbuhan adalah sekitar 7,5%

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/tim-peneliti-pboc-pertumbuhan-tiongkok-melemah-di-tahun-2015/