PT Rifan Financindo – JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I berencana akan kembali menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun di kuartal II-2017. Dana tersebut guna melengkapi kebutuhan investasi perseroan yang mencapai Rp3 triliun.

“Tahun depan investasi akan cukup signifikan, mungkin bisa di angka Rp3 triliun. Kalau dari internal mungkin dari penyisihan depresiasi laba 2016 mungkin bisa dapat Rp1 triliun. Sisanya Rp2 triliun dari obligasi,” kata Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana di Gedung BEI.

Bambang menjelaskan, nantinya dana investasi tersebut sekitar 48 persen akan digunakan untuk pengembangan pelabuhan dan infrastruktur yang ada. Seperti pelabuhan di Belawan, Dumai, Sibolga, Perawang, dan Malahayati.

?”Penggunaannya untuk investasi di bangunan, fasilitas pelabuhan, infrastruktur pelabuhan yang dikelola dioperasikan oleh Pelindo 1 pelabuhan yang sudah menghasilkan bukan pengembangan baru,” imbuhnya.

Sementara 52 persennya, lanjut Bambang, akan digunakan untuk pembelian peralatan guna memenuhi kebutuhan di pelabuhan, seperti peti kemas.

“Itu dipergunakan untuk pembelian peralatan di pelabuhan-pelabuhan kelas II kita seperti Perawang, Sibolga, Kijang, Malahayati. Kita akan melakukan pembelian perlatan pembelian peti kemas kita lagi meluncurkan program terminal peti kemas keperintisan,” pungkasnya.

(mrt)

Sumber : Okezone

TERPOPULER: Jasa Marga Bakal Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun

PT Rifan Financindo – JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan menerbitkan obligasi senilai Rp3 triliun untuk memenuhi pendanaan tiga proyek jalan tol.

?Waktu pelaksanaannya tunggu tanggal 30 Juni 2016,” kata Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman di Jakarta.

Menurut dia opsi penerbitan surat utang jangka panjang ini menyusul besarnya investasi yang dibutuhkan tiga proyek tersebut atau mencapai Rp20 triliun. Proyeknya adalah tol Batang-Semarang, Cikampek II, serta Pandaan-Malang.

Untuk memenuhi kebutuhan proyek ini, perseroan juga mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,25 triliun. Tujuannya agar porsi saham pemerintah yang terdapat di Jasa Marga tidak terdilusi jika dilakukan penerbitan saham baru (ights issue).

?Suntikan modal ini setara dengan 70 persen kepemilikan saham pemerintah. Kami akan cari dana lagi dari publik atau 30 persen. Total perolehan dana rights issue diperkirakan Rp1,8 triliun,” paparnya.

Oleh sebab itu, Adit mengharapkan anggota dewan dapat meloloskan PMN agar proyek dapat berjalan tepat waktu.?Kalau enggak disetujui berat juga. Sebab, PMN ini kan investasi yang nantinya dapat dikembalikan dengan dividen, pajak, dan sebagainya,” ungkap dia.

Jasa Marga menargetkan penambahan tol baru sepanjang 379 km, sehingga akhir tahun ini perseroan akan menguasai total jalan tol 1.400 km. Sepanjang 2015, perseroan berhasil menambah 187 kilometer jalan tol lewat akuisisi tiga ruas tol, yakni Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono dan Cinere-serpong.

(mrt)

Sumber : Okezone