PT Rifan Financindo – JAKARTA ? Jumlah kamar tidur di rumah yang terbatas, sementara jumlah anggota keluarga bertambah, membuat Anda berpikir tentang renovasi rumah. Namun, lagi-lagi biaya menjadi poin permasalahan utama.

Beberapa orang mengajukan kredit ke bank untuk biaya renovasi, karena begitu besarnya biaya yang diperlukan. Jenis-jenis kredit tersebut di antaranya adalah Kredit mulitguna (KMG) dan kredit renovasi.

Secara harfiah, kredit multiguna (KMG) adalah salah satu produk perbankan yang memberikan fasilitas pinjaman, dimana peminjam (debitur) diharuskan untuk memberikan agunan atau jaminan.

Dengan begitu, besarnya pinjaman yang dapat diperoleh disesuaikan dengan taksiran harga barang atau properti yang dijadikan jaminan tersebut.

Selain untuk renovasi rumah, KMG juga bisa dipakai untuk kebutuhan pernikahan, pendidikan, pengobatan, pembelian barang berharga, modal usaha, hingga kebutuhan finansial lainnya.

Sedangkan kredit renovasi lebih spesifik. Sesuai namanya, produk perbankan ini hanya bisa digunakan khusus untuk renovasi rumah atau properti lainnya saja.

Kredit renovasi dinilai lebih menguntungkan daripada kredit multiguna lantaran nilai suku bunga yang relatif lebih rendah, tenor panjang, serta plafon yang lebih besar.

Menelusuri lebih dalam, masing-masing produk perbankan ini rupanya punya kelebihan dan kekurangan. Ingin tahu?

Kredit Multiguna

Kredit multiguna punya beberapa keunggulan yang bisa Anda jadikan bahan pertimbangan. Salah satunya, limit pinjaman yang tinggi.

Hal ini karena saat debitur mengajukan pinjaman, bank akan meminta jaminan/aset sebagai syaratnya. Dengan begitu, resiko bank untuk merugi akibat nasabah mengalami gagal bayar akan lebih kecil.

Selain itu, kredit multiguna juga menawarkan masa tenor panjang, bisa lebih dari lima tahun. Dengan limit pinjaman yang tinggi, ada kemungkinan kemampuan debitur untuk membayar utang akan semakin panjang. Sejumlah bank memberikan layanan KMG dengan masa tenor sampai 10 tahun, bahkan lebih.

Pemakaian fleksibel juga menjadi keunggulan lain yang ada di produk kredit multiguna. Tidak hanya itu, bunga yang ditawarkan bervariasi antara 9-12 persen.

Untuk meringankan debitur, rata-rata bank menerapkan suku bunga tetap mulai 6 bulan sampai maksimal dua tahun. Lewat dari waktu itu maka berlaku suku bunga floating (mengambang). Suku bunga yang tinggi merupakan nilai minus dari kredit multiguna.

Meski demikian, KMG mempunyai sejumlah kekurangan seperti jika Anda tidak memiliki jaminan, maka bank tidak akan memberi pinjaman.

Rentannya lagi, apabila debitur tidak sanggup membayar maka aset yang dijaminkan akan disita. Untuk terhindar dari kejadian ini, Anda harus pandai dalam mengatur cicilan utang ke dalam rincian pengeluaran setiap bulan.

Proses yang lama juga disinyalir menjadi kekurangan dari kredit satu ini. Penyebabnya adalah karena membutuhkan aset rumah atau mobil sebagai jaminan, sehingga bank butuh waktu panjang untuk menilai apakah aset yang diajukan sudah sesuai nilainya dengan dana yang diminta.

?

Kredit renovasi

Lantas bagaimana dengan kredit renovasi? Pada prinsipnya tidak jauh berbeda. Hanya saja kredit renovasi dikenakan bunga lebih rendah, tenor lebih panjang, dan plafon yang lebih besar dari kredit multiguna.

Namun tetap ada kelemahannya yakni soal aset yang dijaminkan. Ketika memilih produk ini, maka secara otomatis yang jadi jaminan adalah rumah yang hendak direnovasi. Praktis, tidak seleluasa kredit multiguna.

Kelemahan berikutnya adalah besaran dana yang dicairkan hanya 80 persen dari kebutuhan RAB (Rencana Anggaran Bangunan) renovasi rumah. Sehingga, 20 persen sisanya mau tidak mau ditanggung sendiri.

Kendati begitu, plafon pinjaman yang bisa diajukan cukup besar mulai dari Rp50 juta hingga Rp5 miliar. Proses pencairan pun lebih cepat dibanding kredit multiguna.

Untuk mengajukan kredit ini, persyaratan utama meliputi fotokopi KTP, Kartu Keluarga, NPWP, dan slip gaji (bagi pegawai atau karyawan).

Guna mendukung proses analis kredit, bank juga akan meminta Anda melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) renovasi rumah, Sertifikat Hak Milik (SHM) serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

(rzk)

Sumber : Okezone