JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat, metode transaksi pembelian rumah menggunakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama kebanyakan orang.

Dalam survei yang dilakukan BI seperti dilansir dalam laman resminya, sebanyak 77,82 persen konsumen masih memilih KPR untuk membeli rumah terutama tipe kecil. (Baca juga: Akali Cicilan KPR Besar dengan DP)

Namun meski begitu terdapat sejumlah profesi yang dianggap cukup sulit diterima pengajuan KPR-nya oleh perbankan.

Tetapi disamping adanya profesi tertentu yang sulit diterima, terdapat juga profesi yang ternyata juga mudah diterima oleh perbankan, contohnya adalah mereka yang bekerja di perusahaan BUMN.

“Kalau yang kerja di perusahaan BUMN misalnya, itu cenderung lebih mudah ya diterima pengajuan KPR-nya oleh perbankan,” kata pengamat properti dari Colliers International Indonesia Ferry Salanto kepada Okezone belum lama ini.

Sedangkan, lanjut dia, beberapa profesi yang tidak memiliki keterikatan, misalnya statusnya freelance atau penghasilannya tidak tetap cenderung sulit diterima oleh perbankan. (Baca juga: Anggaran Subsidi KPR Dialokasikan Sebesar Rp9,3 Triliun)

“Kalau penghasilannya banyak tapi tidak tetap itu juga agak sulit ya saya kira,” tukasnya

(rzk)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/05/16/470/1389608/terpopuler-pekerja-bumn-lebih-mudah-ajukan-kpr