PT Rifan Financindo – JAKARTA ? PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berencana akan mengembangkan fasilitas perakitan dan produksi mesin. Diperkirakan perseroan akan mempersiapkan investasi sebesar Rp4,8 triliun.

Presiden Direktur TMMIN Masahiro Nonami menjelaskan, dari total investasi tersebut terbagi dari pembangunan assembling plant senilai Rp2,5 triliun dan pengembangan fasilitas produksi mesin NR senilai Rp2,3 triliun.

“Investasi ini untuk pengembangan pabrik dan mesin Toyota Sienta,? ujarnya di Karawang, JawaBarat, kemarin.

Indonesia merupakan negara pertama setelah Jepang yang memproduksi Sienta. Model ini dibuat dipabrik Karawang Plant 2 milik TMMIN bersama-sama dengan model Etios Valco, Vios, Limo, dan Yaris. Pabrik Karawang Plant 2 dilengkapi teknologi manufaktur terkini seperti Servo Line di bagian pengepresan dan Piano Welding di bagian pengelasan yang mendukung peningkatan presisi, keamanan, dan efisiensi dalam proses produksi untuk menghasilkan produk-produk berkualitas global.

Sienta akan dibekali dengan dapur pacu berupa mesin bertipe R-NR yang juga merupakan produk lokal buatan pabrik TMMIN Karawang 3. Pabrik mesin yang baru diresmikan pada kuartal I/2016 ini adalah pabrik mesin Toyota pertama di dunia yang mengimplementasikan proses produksi mesin berada dalam satu atap dengan konsep Through Line.

Pabrik Toyota tersebut akan memproduksi sebanyak 4.000 unit kendaraan per bulan. Hingga kini produksi Toyota di Indonesia telah melibatkan total 709 pemasok lokal yang terdiri dari pemasok kategori tier 1, 2 dan 3. Khusus tier 1, jumlahnya terus bertambah, jika pada 2010 tercatat 75 perusahaan, naik pada2015menjadi125pemasok dan terus bertambah menjadi 139 pemasok pada 2016.

?Fokus ekspor kami yakni ke Malaysia, Thailand, Malaysia dan Brunei Darussalam,? imbuh Wakil Presdir TMMIN Warih Andang Tjahjono. Dia menambahkan, TMMIN akan terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Saat ini kandungan lokal Sienta sudah mencapai 80 persen dan akan terus ditingkatkan.

Sementara, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengapresiasi dirilisnya produk kendaraan bermotor baru oleh Toyota karena menandakan perkembangan positif industri dan investasi automotif yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan.

Seiring dengan dipacunya penjualan, ujar Saleh, pemerintah meminta pabrik Toyota dapat meningkatkan pendalaman industri automotif yaitu produksi transmisi. ?Pemerintah sangat mendukung upaya pelaku industri automotif memproduksi dan memasarkan produk-produk baru.

Setelah mampu membuat mesin dan komponen, saya minta industri melangkah lebih lanjut. Untuk Toyota, saya minta TMMIN bisa memproduksi transmisi di Indonesia. Tantangan lainnya ialah memproduksi kendaraan lebih banyak dari Thailand,? tegas Saleh. (dng)

(rhs)

Sumber : Okezone