Dengan Rp100 Ribu, Return Saham Bisa Capai 40%

Rifan Financindo – PALEMBANG – Mengubah paradigma seseorang terhadap satu hal memang sulit. Hal itu dirasakan Bursa Efek Indonesia (BEI) saat berusaha menggeser paradigma masyarakat yang masih berpola pikir (mindset) investasi itu harus emas, rumah, dan lainnya.

Untuk mengubah paradigma investasi tersebut, BEI memberikan kemudahan, dengan Rp100 ribu Anda sudah bisa berinvestasi di pasar modal.

“Dulu investasi saham harus Rp25-50 juta, sekarang hanya Rp100 ribu sudah boleh, lho. Dengan itu Anda dapat rekening dana nasabah (RDN). Dengan Rp100 ribu itu sudah bisa beli satu lot (100 lembar saham) dengan harga saham Rp1.000 per lembar saham. Itu kan dimudahkan, digampangkan dan masyarakat senang,” ujar Kepala Pengembangan Investor Irmawati Amran dalam acara kampanye Yuk Nabung Saham di Jakarta Pusat, Minggu (16/10/2016).

Menurut wanita yang akrab disapa Irma ini, nominal investasi di pasar modal terbilang sangat aman. Selain itu, dari historis BEI sudah banyak perusahaan yang selama 10 tahun ini tumbuh luar biasa. Perusahaan ini bisa menjadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.

“Dengan Rp100 ribu Anda bisa investasi jangan panjang. Return saham bisa 30-40 persen. Jadi dalam 10 tahun ada punya uang yang bagus,” ujarnya.

(rai)

Sumber : Okezone

 

Biji Cokelat Aroma Madu RI Jadi Buruan di Prancis

Rifan Financindo – PALEMBANG – Biji cokelat aroma madu khas Bali ternyata laris di pasar Prancis. Produsen biji cokelat aroma madu Arkamaya mulai memasok biji cokelat ke pasar Eropa sejak tahun lalu. Jumlah pengiriman pertama biji cokelat ke Prancis ini mencapai 12,5 ton. Selain Prancis, biji cokelat khas Bali ini juga siap memasuki pasar Belgia.

“Biji cokelat baru kita kembangin dua tahun lalu, sekitar 2014, company ini berdiri 2012,” kata Marketing Arkamaya Ari Setia kepada Okezone.

Secara tampilan, biji cokelat ini tidak berbeda dengan biji cokelat lainnya. Namun biji cokelat ini memiliki aroma madu yang tidak dimiliki biji cokelat lainnya.

Ari menjelaskan aroma madu muncul karena adanya proses fermentasi. Saat fermentasi, biji cokelat diberikan treatmen khusus menggunakan dedaunan untuk memunculkan aroma madu. “Fermentasi menurunkan kadar pahit dalam cokelat,” tambahnya.

Biji cokelat aroma madu ini dihargai Rp55 sampai Rp60 ribu per kg. Sejatinya, lanjut dia, potensi biji cokelat di Bali masih sangat besar. Hanya saja tidak banyak masyarakat Bali yang mengetahui cara mengembangkan tanaman cokelat. Arkamaya sendiri memproduksi cokelat di wilayah Jembrana, Bali.

“Kita mau meningkatkan produksi, kita mau bikin pembibitan kita sebar ke petani supaya petani minat menanam kakao, kalau berjalan dua tahun ke depan produksi kita naik,” imbuh Ari.

Biji cokelat aroma madu ini ikut di pamerkan dalam pameran ekspor skala internasional Trade Expo Indonesia 2016. Ari menyebut, berkat pameran ini ada investor asal Uzbekistan yang ingin mencoba biji cokelat aroma madu.

“Banyak market yang datang ke sini dari Eropa dan AS, supply and demand di sana besar, kebutuhannya besar, expo ini juga ada Uzbekistan mau visit, mereka minat beli first trialnya 5 ton,” tukas dia.

(mrt)

Sumber : Okezone