PT Rifan Financindo – JAKARTA – PT Graha Andrasenta Propertindo Tbk (JGLE) telah melakukan Penawaran Umum Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO). Graha Andrasenta Propertindo (GAP) menawarkan sahamnya pada Rp140 per lembar saham

Perusahaan pengelola dan pengembang taman hiburan, The Jungle, telah melepas 2,3 miliar saham baru. Ditargetkan perolehan dana hasil IPO akan mencapai sekira Rp322 miliar.

Rencananya dana hasil IPO tersebut akan digunakan unntuk perluasan Aston Hotel di Bogor Nirwana Residence Bogor sebanyak 15,78 persen, proyek pengembangan Jungleland di Sentul 16,79 persen.

Selain itu, perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan dan pengembangan taman hiburan akan melakukan pengembangan bisnis di water park Sidoarjo, Bandung, Medan, Cirebon, Yogyakarta, Palembang, Makasar sebesar 39,63 persen.

Dana itu juga digunakan untuk modal kerja pendukung operasional perusahaan sebanyak 6,72 persen. Lalu pembayaran dana talangan sebanyak 9,36 persen dan meningkatkan modal serta mengembalikan dana talangan yang diterima dari PT Bakrie Nusantara dan PT Cronus Capital Indonesia 0,97 persen.

“Ekspansinya terutama di taman hiburan dan rekreasi juga ada beberapa fasilitas penunjang lain seperti hotel dan sebagainya di selain Bogor, ada di Surabaya, Malang, Bandung. Insya Allah di Medan juga akan kita kembangkan,” ujar Direktur Utama GAP Agus J Alwie, di Bursa Efek Jakarta, Rabu (29/6/2016).

GAP telah menunjuk PT Danatama Makmur (DM) sebagai penjamin pelaksana emisi efek (Lead Underwriter). Masa penawaran awal atau bookbulding akan dilangsungkan pada 21 Juni-24 juni 2016

Dengan tercatatnya saham GAP di BEI maka GAP tidak hanya mendapatkan dukungan dari sisi pendanaan namun juga dukungan dari sisi pemasaran karena GAP dan produk-produknya akan lebih dikenal oleh masyarakat khususnya masyarakat keuangan yang menjadi salah satu target perseroan dalam memasarkan produknya.

“Kami sangat gembira atas tercatatnya saham GAP di BEI. Hal ini menunjukkan animo masyarakat keuangan yang baik atas industri rekreasi di Indonesia pada umumnya dan prospek perseroan pada khususnya,”ujarnya.

Adapun masa penawaran umum dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 17-21 Juni 2016 dan pencatatan perdana (listing) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada tanggal 28 Juni 2016.

Perseroan juga akan mengalokasikan sebagian saham yang ditawarkan untuk program alokasi saham kepada karyawan dengan mengikuti aturan penawaran umum yang berlaku.

(dni)

Sumber : Okezone