Rifanfinancindo – JAKARTA – ?Pemerintah telah menyiapkan sejumlah instrumen untuk menampung dana tax amesty. Setidaknya ada tiga pintu masuk bagi dana tax amnesty.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menegaskan agar pemerintah memperjelas arah masuknya dana hasil repatriasi. Dia juga menyarankan agar pemerintah menyalurkan dana repatriasi ke sektor rill dan pembiayaan infrastruktur.

“Harus ada panduan yang menentukan arah jelas dana repatriasi, kalau hanya mengikat tiga tahun dan enggak dan gak jelas arahnya, nanti bisa berpindah-pindah setiap hari dananya dan hanya di atas kertas,” papar Enny di Jakarta, Senin (25/7/2016).

Pemerintah bisa menyalurkannya dana ke sektor rill misalnya dengan pembangunan pabrik. Dengan begitu akan menimbulkan dampak positif seperti meluasnya lapangan kerja dan mendorong perekonomian setempat.

“Kemudian dana itu juga perlu mendukung rencana pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur, bisa masuk ke SMI (Sarana Multi Infrastruktur),” tambah dia.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Kementerian Keuangan Parijono berpendapat, ?pemerintah memberi peluang investor masuk ke proyek infrastruktur yang membutuhkan dana hingga Rp5.500 triliun.

“Ini kami tawarkan, karena pemerintah hanya bisa menutupi 40 persennya (dari Rp5.500 triliun), sisanya investor,” tukas dia. (dng)

(rhs)

Sumber : Okezone

Riset Saham MNC Securities: IHSG Sangat Rawan Profit Taking

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Jatuhnya harga minyak mentah ke level terendah hampir tiga bulanan telah memukul harga saham sektor energi. Akibatnya, pasar saham Amerika pun mengalami penurunan 77 poin atau sekira 0,42 persen.

Head Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, menuturkan kombinasi jatuhnya Dow Jones dan minyak mentah menjadi faktor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berjalan flat dan cenderung diwarnai profit taking, di tengah penantian laporan keuangan.

“Pola Bullish Engulfing di area overbought terbentuk atas IHSG mengindikasikan Bullish Reversal dan rawan profit taking. IHSG akan bergerak di kisaran 5.182-5.267,” kata dia dalam risetnya di Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir dengan transaksi sebesar Rp4,21 triliun dari 3,71 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Indeks LQ45 naik 5,5 poin atau 0,6 persen menjadi 900, Jakarta Islamic Index (JII) naik 10,4 poin atau 1,5 persen menjadi 719, Indeks IDX30 naik 3 poin atau 0,6 persen ke 478, dan indeks MNC36 naik 1,92 poin atau 0,7 persen menjadi 294.

(mrt)

Sumber : Okezone