PT Rifan Financindo – BATAM – Bank Indonesia (BI) akan menerapkan reformulasi kebijakan moneter pada penentuan suku bunga. Mulai tanggal 19 Agustus mendatang, suku bunga acuan BI tak lagi berpatokan kepada BI Rate, melainkan BI Rate.

Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, 7 Days Repo Rate ini nantinya akan lebih efektif untuk menurunkan suku bunga kredit. Berbeda dengan BI Rate yang menggunakan tenor 12 bulan, pada kebijakan 7 Days Repo Rate, tenor yang diberikan oleh BI adalah selama 7 hari.

Kebijakan ini dinilai cukup efektif untuk menekan suku bunga kredit perbankan. Penyebabnya tak lain adalah karena perbankan kini tak banyak yang berani menyimpan dananya di BI selama 12 bulan. Sehingga, butuh penekanan bahwa patokan yang digunakan tak lagi selama 12 bulan melainkan tenor selama 7 hari.

Kini, BI Rate masih dipatok sebesar 6,5 persen. Sementara itu, 7 Days Repo Rate dipatok sebesar 5,25 persen.

“Suku bunga kredit dan deposito bisa cepat turun. Tapi 7 days bukan berati tiap minggu bunganya berubah. Misal kita datang ke bank taruh deposito satu bulan bukan berarti setiap bulan diubah. Sama dengan 7 days, bukan setiap minggu, tapi setiap bulan kita evaluasi dalam rapat dewan gubernur (RDG),” kata Mirza di Batam.

Dalam kebijakan ini, BI juga meminta agar perbankan dapat melihat tenor jangka pendek ini sebagai sebuah kesempatan. Sebab, tak hanya bagi internal perbankan yang pada akhirnya memperoleh pendapatan bunga dari BI, keuntungan juga diperoleh dari peningkatan kredit apabila perbankan menurunkan suku bunga kredit dalam waktu singkat.

“Harusnya perbankan jangan lihat dulu bunga satu tahun, harus bunga lihat jangka pendek,” imbuhnya.

Saat ini, BI telah siap untuk menggunakan 7 Days Repo Rate sebagai suku bunga acuan. BI pun telah berkoordinasi dengan OJK terkait kebijakan ini.

“Sebagain besar akses likuiditas perbankan ada di overnight dan (tenor) satu minggu. Jadi kami koordinasi dengan teman-teman di OJK. Kami beri tahu suku bunga satu tahun sudah tidak digunakan sebagai acuan, tapi tetap ada di SBI (Sertifikat Bank Indonesia) satu tahun,” tutupnya.

(rzy, Rifan financindo)

Sumber : Okezone