JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari terjadi deflasi sebesar 0,09 persen. Tingkat inflasi yang semakin terjaga dengan baik itu tentunya memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) jika ingin kembali menurunkan suku bunga.

Gubernur BI Agus Martowardojo pun tidak menampik hal itu. Dia mengatakan, saat ini tengah mempertimbangkan kemungkinan kembali menurunkan suku bunga atau BI rate.

“Nanti kita lihat. Pasti nanti ada pembahasan di rapat dewan pertimbangan. Kami akan pelajari,” katanya di Gedung Kemenperin, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Menurutnya, tingkat inflasi akan terus terjaga sepanjang tahun ini. Bahkan untuk dua bulan ke depan dia meramalkan akan kembali terjadi deflasi

“Mungkin kalau di Maret dan April ini seharusnya sudah mulai musim panen. Dan kita juga tahu bahwa akan ada review tentang harga energi. Jadi kita masih melihat ada peluang untuk berlanjut,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dia optimistis proyeksi BI yang meramalkan inflasi di 2016 di kisaran 4 persen plus minus 1 persen akan terjadi. Pasalnya dia melihat dari realisasi tingkat inflasi di awal tahun ini yang masih terus terjaga dengan baik.

“Kami ingin mengonfirmasi bahwa inflasi yang kita targetkan untuk 2016 itu sejalan dengan perkembangan sampai dengan sekarang. Kami malah melihat di Januari ini inflasi ada di atas 4 persen. Tapi masih 4+-1 persen. Sekarang ini kita bisa di bawah 4 persen dengan tetap plus minus 1 persen,” pungkasnya.(rai)

(rhs)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/03/02/20/1325958/terpopuler-agus-martowardojo-sinyalkan-pangkas-bi-rate-lagi