RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Tembaga mengalami penurunan terbesar dalam dua minggu karena indeks kepercayaan di kalangan home builders pada bulan Desember membuntuti perkiraan analis, sementara output industri juga mengalami kenaikan terbesar sejak Mei 2010 di Amerika Serikat, konsumen terbesar kedua di dunia logam.

National Association of Home Builders / Wells Fargo indeks sentimen jatuh ke angka 57 pada bulan Desember. Padahal Perkiraan median dalam survei Bloomberg memproyeksikan 59. Output industri pada bulan November naik 1,3 persen, demikian data pemerintah Amerika menunjukkan. Tembaga turun 15 persen tahun ini, sebagian karena tanda-tanda penyuurutan permintaan dari Tiongkok, pengguna teratas dunia. The Federal Reserve memulai pertemuan dua hari besok dalam rangka mempertimbangkan kebijakan kenaikan suku bunga acuan Amerika.

Harga tembaga untuk pengiriman Maret turun 1,9 persen untuk kemudian stand by di level $ 2,8785 per pon di Comex di New York, penurunan terbesar untuk kontrak teraktif sejak November 28. Nilai total perdagangan adalah 22 persen di bawah rata-rata 100-hari perdagangan untuk saat ini, demikian data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.

Di London Metal Exchange, tembaga untuk pengiriman tiga bulan turun 1,4 persen menjadi $ 6.400 per metrik ton ($ 2,90 per pon). Sementara itu, Stok dipantau oleh LME naik 0,6 persen menjadi 167.425 ton, tertinggi sejak Juni.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/tembaga-kembali-keok/