PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Program pengampunan pajak alias tax amnesty dipercayai akan ampuh mendorong investasi masuk ke Indonesia. Namun, momentum tersebut akan percuma jika pemerintah tidak menggenjot pembangunan infrastruktur.

“Bagi Indonesia harus mempercepat infrastruktur tadi karena opportunity tidak hanya pada regional tapi global kita top list investment destination foreign direct investment (FDI) maupun portofolio. Kalau kemudian infrastruktur tidak secepat interest akan kehilangan opportunity,” kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Hendri Saparini di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Menurut Hendri, jika laju pembangunan infrastruktur tidak dipercepat maka dana repatriasi yang masuk tidak bisa dimanfaatkan seutuhnya bagi kepentingan negara. Bahkan, hanya sedikit investasi yang akan masuk ke sektor riil.

Oleh karena itu, pemerintah juga harus mengeluarkan kebijakan yang mendukung kemudahan investasi pada sektor riil. Sebab, walau peserta tax amnesty berinvestasi pada portofolio keuangan maupun pasar modal, sebagian besar juga akan bermuara ke sektor riil.

“?Semestinya kalau sektor riil siap baik policy, fiskal, kebijakan di daerah siap, maka kemudian di finansial akan mengalir mudah ke riil. Kalau sekarang seolah ada dua, pasar uang dan riil padahal satu. Karena finansial dukung sektor riil,” imbuhnya.

Untuk itu Hendri mengimbau pemerintah untuk mempercepat untuk merealisasikan proyek-proyek infrastruktur.

“Kalau pemerintah dengan cepat membuat kanalnya masuk ke mana, kalau dorong insfrastruktur siapa yang akan dorong, kalau BUMN yang mana, proyek yang mana. Kalau itu cepat berkelanjutan. Tetapi kalau tidak ada kanalnya proyek yang ditawarkan investasi, maka akan stop program ini selesai Maret 2017,” pungkasnya.

(mrt, Rifanfinancindo)

Sumber : Okezone