PT Rifan Financindo – JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan akan membangun mega proyek pembangkit listrik dengan kapasitas 35.000 megawatt (mw). Namun, saat ini program tersebut terancam mangkrak. Penyebabnya tak lain adalah karena molornya proses tender dengan pihak swasta.

Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan pun turut menyayangkan hal ini. Menurutnya, dengan target pertumbuhan pembangkit sekira 8.000 mw dalam setiap tahunnya, butuh kerja keras dari segenap jajaran terkait.
BERITA REKOMENDASI

Luhut: Proyek 35 Ribu Mw Tak Akan Selesai di 2019
Percepat Proyek 35 Ribu Mw, Pemerintah Berikan Jaminan
Komisi VII Nilai Proyek 35 Ribu Mw Perlu Terobosan

“Banyak proses yang belum. Masa PPA (Power Purchase Agreement) harus dua tahun. Negara macam apa kalau seperti ini,” jelasnya di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Untuk itu, Luhut mengaku pesimis target 35 ribu megawatt dapat tercapai. Menurutnya, secara realistis program ini hanya akan mencapai 23 ribu megawatt hingga 2019 mendatang.

“Ini perbaikan, 35 ribu megawatt tidak mungkin tercapai. Kalau 23 ribu megawatt itu sudah cukup,” jelasnya.

Listrik memang sangat dibutuhkan oleh berbagai industri di Indonesia. Tak terkecuali industri pariwisata. Untuk itu, Luhut berharap agar pembangunan proyek infrastruktur kelistrikan ini dapat dibangun secara serius oleh pemerintah.

“Sumber ekonomi ada dua dari ikan dan tourism. Makanya kita butuh energi untuk kembangkan hal ini,” tutupnya.
(dni)

Sumber : Okezone