TOKYO ? Menjelang liburan Tahun Baru Imlek, perdagangan saham di Asia kompak melemah tipis. Hal ini ini disebabkan oleh data pekerjaan Amerika Serikat yang bergerak mixed sehingga berdampak pada tenggelamnya harga saham Wall Street.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2 persen. Penurunan ini juga diikuti oleh saham di Australia yang tergelincir 0,3 persen dan indeks Nikkei di bursa Jepang yang juga mengalami penurunan hingga 1,2 persen. Sedangkan perdagangan saham di Singapura, Hong Kong, dan China daratan saat ini ditutup untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

?Volume perdagangan akan berada jauh di bawah rata-rata. Ini akan terjadi hingga investor Asia kembali ke negara mereka,? demikian kutipan market strategist IG di Melbourne, Evan Lucas dalam sebuah catatannya kepada klien seperti dilansir oleh Reuters, Senin (8/2/2016).

Melemahnya harga saham di beberapa negara Asia ini disebabkan oleh risil AS mengenai nonfarm payrolls (data penggajian nonsektor pertanian) yang hanya mencapai 151.000, jauh dari target yang ditetapkan sebesar 190.000.

Meskipun tingkat pengangguran di Amerika Serikat turun menjadi 4,9 persen, dan upah naik, namun para investor masih akan melihat kemungkinan the Fed untuk menaikan tingkat suku bunga secara bertahap. Hal inilah yang menyebakanpasar saham Asia turut terkena imbas selain juga diakibatkan oleh penurunan harga minyak dunia.

Untuk diketahui, Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi telah melakukan pembahasan kerja sama dengan negara anggota OPEC dan produsen minyak lainnya untuk menstabilkan pasar minyak global. Namun, harga minyak dunia belum menunjukkan kenaikan yang berarti. Bahkan. minyak mentah Brent turun 0,4 persen pada level USD 33,91 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS menyusut sekitar 0,2 persen menjadi USD 30,84 per barel.(rai)

(rhs)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/02/08/278/1307022/tahun-baru-imlek-perdagangan-saham-asia-merosot-tipis