RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Secara mengejutkan, Kamis (15/01) Swiss National Bank (SNB) menghentikan campur tangan mereka dalam segala pasar mata uang asing namun memberikan jaminan bagi European Central Bank (ECB) bahwa mereka akan memperkenalkan kebijakan kuantitatif saat bertemu pada 22 Januari nanti. Swiss terlihat angkat tangan sebelum sebuah gelombang aliran uang paska kebijakan kuantitatif (QE) membanjiri Eropa dan menjadi ancaman moneter. Hal ini juga menghindari kondisi deflasi global seiring dengan jatuhnya harga minyak saat ini.

Langkah balik arah ini merupakan hal yang sangat mengagetkan. Hanya berselang dua hari setelah Wakil Presiden SNB Jean Pierre Danthine mengatakan pada televisi di Swiss bahwa kami sangat yakin mempertahankan Franc merupakan pilar penting dalam kebijakan moneter kami. Ditambahkan olehnya bahwa meskipun hal ini nampak sangat tidak masuk akal, namun QE bisa memperburuk situasi. Oleh sebab itu kemungkinan ECB telah mengisyaratkan untuk mempertimbangkan kebijakan tersebut bagi rekan mereka dari Swiss.

Tentu saja langkah SNB tersebut benar-benar tidak diperkirakan pasar uang. Alhasil, Franc langsung menguat 30 persen atas mata uang negara-negara besar lainnya dan meroket tajam terhadap Euro. Sejak September 2011, SNB kerap melakukan intervensi untuk menjaga Franc tidak menguat. Mereka akan menjual Franc jika nampak kemungkinan penguatan terjadi kearah 1.20 per Euro. Kebijakan ini dilakukan oleh Swiss untuk melindungi perekonomian mereka dari para investor yang memburu safe haven sehingga Franc menguat, dan akibatnya akan menjadi pukulan keras bagi para eksportir Swiss.

Awalnya, banyak lembaga keuangan Swiss yang menentang kebijakan ini. Struktur perbankan swasta nasional Swiss dibuat dengan prinsip menghargai kepemilikan swasta dan modal bebas bergerak; dimana manipulasi pasar bukanlah bagian dari filosofinya.

Sejauh ini Presiden SNB Thomas Jordan memang menolak untuk memberikan pernyataan apakah dia sudah berkoordinasi dengan bank sentral lainnya, dengan menyatakan bahwa menjaga nilai mata uang merupakan hal yang tidak masuk akal dan hal itu telah berakhir dengan menyerahkan sepenuhnya pada pergerakan pasar uang itu sendiri. Dalam kemunculannya di televisi, terlihat bahwa Presiden SNB sedang tidak dalam kondisi senang.

Hal ini tergambar pula dari pernyataan resmi SNB yang ada di situs resmi mereka bahwa dalam langkah ini, perekonomian Swiss bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik di situasi yang baru ini dan sebagaimana diketahui bahwa menguatnya Dolar AS disisi lain telah mengurangi kelemahan Euro. Hal ini tentu tidak menggembirakan bagi para Eksportir Swiss, seperti industri pembuat jam Swatch yang menilai adanya Tsunami bagi para industri berorientasi ekport dan pariwisata, yang akhirnya akan menjadi pukulan bagi semua lini di negeri itu.

Meski demikian, kebijakan SNB ini tetap saja memakan korban. Beberapa pialang yang telah melepas Swiss Franc mereka pada pagi hari, masih merasa terkejut; Forex.com, portal perdagangan mata uang, menghentikan sementara transaksi Franc Swiss setelah pengumuman bank sentral itu. Para pegawai SNB di cabang Singapura, yang telah dibuka sejak pertengahan 2013 guna mengganti pegawai shift malam di Zurich, diperkirakan akan direlokasi.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/swiss-menyergap-ekonomi-global/