JAKARTA – Harga minyak mentah dunia saat ini terlihat masih sulit untuk merangkak naik. Tren pelemahan ini diperkirakan masih akan terus berlanjut seiring masih tidak terkendalinya suplay minyak mentah.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahean mengatakan, melihat kondisi hubungan antar produsen minyak terbesar yang tergabung di OPEC yakni Arab Saudi vs Iran dan negara non OPEC Amerika Serikat VS Rusia yang semakin memanas maka diperkirakan banjir suplay akan semakin besar. Bahkan hingga 2017 diprediksi harga minyak akan terus anjlok hingga lkevel USD5 per barel.

“Anjlok hingga USD5 per barel itu bisa terjadi jika tidak dicari solsusi. Sebab 4 negara itu merupakan produsen minyak terbesar di dunia,” ujarnya dalam IDX Channel, Jumat (22/4/2016).

Ferdinand menjelaskan, saat ini suplay minyak terbilang masih seimbang dengan kebutuhan yang ada yakni disekira 90 juta barel per hari. Namun dengan situasi yang ada saat ini kemungkinan keempat negara tersebut menambah kapasitas produksinya cukup besar.

Dia mencontohkan, AS dengan shale oil-nya diperkirakan akan menambah pasokan suplai minyak dunia sekitar 10 juta barel per hari. Begitu juga dengan Iran yang ingin memopa produksi minyaknya hingga 6 juta barel per hari seperti tingkat produksi sebelum di embargo.

(rhs)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/04/22/320/1369793/suplai-berlimpah-harga-minyak-bisa-anjlok-ke-usd5