PT Rifan Financindo – JAKARTA – PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) akan mulai memperdagangkan saham dengan nominal baru di pasar reguler dan negosiasi pada 13 September 2016.

Sebagai informasi, pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 Februari 2015 telah sepakat untuk melakukan pemecahan nominal saham (stock split) dari Rp1.000 menjadi Rp50 per saham sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat tanggal 9 Maret 2015.

Tanggal distribusi saham dengan nilai nominal baru hasil stock split, perdagangan saham di pasar tunai dengan nilai nominal baru dan tanggal dimulainya penyelesaian transaksi saham dengan nilai nominal baru akan dilaksanakan pada 16 September 2016.

Sementara akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada tanggal 9 September 2016. Tahun ini, perusahaan jasa tambang ini mematok target pendapatan stagnan atau sama dengan perolehan tahun lalu karena mempertimbangkan perekonomian yang belum pulih.

Presiden Direktur ITMA, Vincent Nangou berharap kinerja tahun ini minimal bisa menyamai perolehan tahun lalu. “Dengan kondisi saat ini agak sulit menentukan target. Targetnya mungkin masih sama-sama pencapaian tahun lalu karena kondisi saat ini susah,” ujar Vincent.

Vincent menyebut, tahun ini perseroan hanya akan meneruskan bisnis yang sudah ada, yaitu bisnis perdagangan dan eskpor impor serta jasa konsultasi dalam bidang pertambangan dan energi. Namun, tetap terbuka peluang untuk merambah sektor lain. Saat ini, perseroan sedang membidik proyek pembangunan pembangkit listirk dan proyek biomassa.

Sekedar catatan, ITMA membukukan penjualan bersih pada Maret 2015 sebesar $ 367.000. Angka itu menurun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar $ 402.700. Pendapatan ini didapat dari jasa penasihat/konsultasi selama satu tahun, mulai dari periode tahunan dari 1 April 2014 sampai 31 Maret 2015.

(mrt, PT Rifan Financindo)

Sumber : Okezone