Rifan Financindo – PALEMBANG – Hari ini akan dilangsungkan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Pertemuan ini merupakan pertemuan yang paling dinanti oleh pasar ekonomi global. Pasalnya, dalam pertemuan ini akan diputuskan kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) atau The Fed Rate.

Kenaikan suku bunga The Fed diyakini juga akan mempengaruhi kondisi ekonomi pasar dalam negeri. Beberapa sektor pun mulai terlihat mengalami tekanan.

Analis Binaartaha Parama Sekuritas Reza Priyambada menyatakan, ketika ada sentimen baik negatif maupun positif, sektor dengan nilai kapitalisasi besar merupakan sektor yang paling rentan terdampak.

“Apalagi sentimen yang mempengaruhi pasar, pasti juga akan berpengaruh pada saham berkapitalisasi besar,” ujarnya saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Menurut Reza, kapitalisasi besar saat ini berpusat pada sektor perbankan. Reza menyebutkan tiga bank buncit dalam Negeri yang asetnya mencapai ratusan triliun.

“Kalau kita lihat BMRI, BBNI, BBRI, kalau kita hitung kapitalisasi pasar mereka itu sudah mencapai Rp100 triliun,” tambahnya.

Tekanan pada sektor perbankan kapital, lanjut Reza, sudah mulai tampak akhir – akhir ini. Pergerakan perbankan kapital sedikit melambat dibandingkan dengan sektor kapitalisasi moderat. Pasalnya, dengan adanya isu kenaikan The Fed serta sentimen lainnya, orientasi pasar cenderung mengarah kepada investasi jangka pendek.

“Sementara saham kapitalisasi besar, persepsi pasar itu lebih ke jangka panjang. Itulah mengapa dalam beberapa pekan saham kapitalisasi kecil mendominasi pasar,” terangnya.

Sekedar informasi, saat ini besaran suku bunga The Fed adalah 0,50% – 0,75%. Bank Indonesia sendiri telah memprediksi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25%.

(rzk)

Sumber : Okezone
Rifan Financindo