JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpendapat keputusan Bank Sentral AS atau The Fed menahan suku bunganya memberikan keuntungan bagi Indonesia. Pasalnya, ditahannya suku bunga The Fed tidak memberikan sentimen negatif bagi rupiah.

“Kita beruntung kemarin Fund Rate tidak berubah. Kalau berubah akan memengaruhi sentimen, portfolio akan berubah perilakunya dan menekan rupiah,” papar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Gedung Bank Indonesia (BI), Kamis (28/4/2016).

Asal tau saja, pada perdagangan penutupan kemarin, Rabu, Rupiah masih bergerak dalam kisaran sempit. Rupiah tidak beranjak dari kisaran Rp13.200 per USD. Sebagai imbas ditahannya suku bunga The Fed, pada perdagangan hari, Rupiah bergerak mixed dan belum lepas dari level Rp13.200an per USD.

Melansir Yahoofinance, Kamis (28/4/2016), Rupiah bergerak di level Rp13.200 per USD atau melemah 5 poin atau 0,03 persen. Rupiah dibuka pada level Rp13.195 dan sebelumnya ditutup di Rp13.195 per USD.

Yahoofinance mencatat, pagi ini pergerakan Rupiah berada pada kisaran Rp13.195-Rp13.200 per USD. Sementara Bloomberg Dollar Index, pada perdagangan Stock Exchange Rate di Pasar Asia, Rupiah bergerak menguat tipis 3,50 poin atau 0,03 persen menjadi Rp13.198 per USD. Dalam pergerakannya, Rupiah sempat menyentuh level tertinggi di Rp13.171 per USD, namun sempat menyentuh level terendah di Rp13.200 per USD.

(rzy)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/04/28/20/1374842/suku-bunga-fed-ditahan-ojk-kita-beruntung