PT Rifan Financindo – BATAM – Pemerintah Singapura mendukung kebijakan pengampunan pajak yang dijalankan Pemerintah Indonesia, kata Menteri Negara untuk Luar Negeri Singapura Maliki Osman dalam kunjungan di Batam Kepulauan Riau, Rabu.

“Singapura menghargai Program Tax Amnesty Indonesia,” kata Menteri Negara untuk Luar Negeri Singapura Mohamad Maliki Osman itu pula.

Pemerintah Singapura juga mempercayai sistem dalam kebijakan itu sesuai dengan standar internasional.

“Kami meyakinkan bahwa Singapura tidak akan berupaya untuk mencegah Program Tax Amnesty,” katanya lagi.

Dia menegaskan, Pemerintah Singapura akan terus mendukung dan meneruskan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

Sementara itu, puluhan pengusaha Kota Batam Kepulauan Riau sudah melakukan konsultasi kebijakan pengampunan pajak ke Kantor Pelayanan Pajak di kota itu.

“Sampai sekarang masih proses input data, jumlahnya banyak, puluhan. Pengusaha semua,” kata Humas Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Riau Kepri Mariyaldi.

Dalam konsultasi, pengusaha Batam banyak menanyakan perkiraan harta yang harus dihitung, bentuk harta yang masuk kategori tax amnesty, termasuk deposito dan warisan.

Sampai saat ini Kanwil Ditjen Pajak Riau Kepri belum dapat memperkirakan berapa jumlah dana yang akan dilaporkan dan dikembalikan ke Indonesia dalam kebijakan itu.

“Kami belum perkirakan, masih mengharapkan, kami belum pastikan angkanya. Kami akan bersemangat mencapai Rp165 triliun secara nasional. Belum ada target daerah, masih fokus ke nasional,” ujarnya pula.

Meskipun Batam berlokasi paling dekat dengan Singapura, namun itu tidak memastikan jumlah dana yang disimpan di Singapura mayoritas dari warga Batam.

Menurut Mariyaldi, pemilik harta di luar negeri tercatat paling banyak merupakan warga Jakarta.

“Sampai saat ini Jakarta paling tinggi. Karena bisa saja punya aset di daerah, tapi berdomisili di Jakarta, aset terukur di Jakarta, bukan di luar,” ujar dia lagi.

Ia menjelaskan, kebijakan tax amnesty bertujuan mengajak wajib pajak Indonesia memasukkan uang dari luar ke dalam negeri, untuk memajukan perekonomian dan menaikkan nilai tukar mata uang.

(rzy)

Sumber : Okezone