RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emiten produsen benih, PT Bisi International Tbk (BISI) menargetkan penjualan 2015 naik hingga 40% menjadi Rp 1,61 triliun, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 1,15 triliun. Perseroan akan memanfaatkan program kedaulatan pangan dari Kementerian Pertanian untuk mencapai target.

Sementara itu, Direktur Utama Bisi International Jemmy Eka Putra mengatakan, perseroan juga akan memanfaatkan permintaan pasar terhadap produk perseroan yang bersifat inelastis dan tidak terpengaruh pada tren perlambatan ekonomi. ?Pemerintah sudah siapkan 33 sentra penanaman baru. Kami harap segera mulai semua, karena target pemerintah terakhir distribusi benih pada September 2015.? Prospek bisnis positif tahun ini ditunjang pula dengan keseriusan Kementan memperbaiki saluran irigasi di seluruh wilayah nusantara. Dampaknya, jumlah areal tertanam baru akan meningkat signifikan. Kedepan, Bulog direncanakan membawahi komoditas jagung, dimana benih jagung hibrida merupakan fokus bisnis perseroan.

Menurut Jemmy, pemerintah akan menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk jagung. HPP berkisar antara Rp 2.800-3.-000 untuk pupil jagung kering dan Rp 2.000 untuk pupil jagung basah.? Tahun lalu, penjualan benih jagung hibrida perseroan menyumbang kontribusi tertinggi dengan penjualan mencapai Rp 420,4 miliar. Adapun, tahun ini Bisi masih akan tetap fokus pada benih jagung hibrida dengan meningkatkan volume penjualan hingga 50% dibandingkan 2015.? Volume produksi benih jagung hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 18 ribu ton. Adapun, benih hortikultura diproyeksikan mencapai 500 ton. Lebih sedikit karena kami mengurangi komoditas yang volume besar tapi marginnya kecil.

Sejak 2013, perseroan telah mengekspor benih jagung ke Srilanka, Bangladesh, dan Pakistan. Perseroan telah masuk ke pasar India, Tiongkok, Vietnam dan Filipina dengan mengekspor Benih cabai, timun, semangka tanpa biji.? Saat ini, perseroan tengah melangsungkan ekspansi pabrik pestisida di Sidoarjo, Jawa Timur, di atas lahan seluas 2,8 hektare (ha). Menurut Jemmy, pembangunan fisik pabrik senilai Rp 53 miliar terrsebut telah mencapai 40%. Sesuai rencana, pabrik ditargetkan dapat beroperasi komersial pada akhir kuartal II-2016.

Tahun ini, BISI International menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/Capex) sekitar Rp 63 miliar. Adapun, sumber pendanaan berasal dari kas internal. ???Divestasi Saham Dia melanjutkan, pihaknya akan melakukan divestasi saham sesuai Undang-Undang Hortikultura. Sesuai hukum, batas maksimal porsi kepemilikan asing 30%. ?Kami sudah konsultasi dengan kementerian pertanian, kami siap melepas 1% saham dari asing ke publik jika memang UU Kementan nya sudah ditetapkan.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/sepanjang-2015-bisi-internasional-proyeksikan-penjualan-tumbuh-40/