RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak berjangka menetap lebih rendah pada penutupan sesi Senin, dikarenakan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan mempengaruhi prospek permintaan energi.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak November turun $ 1,27 atau 2,8% untuk menetap di $ 44,43 per barel. Brent mentah untuk kontrak November di bursa ICE Futures London turun $ 1,26 atau 2,6% ke $ 47,34 per barel.

IMF diprediksi akan memangkas target pertumbuhan produk domestik bruto dunia untuk tahun ini dan tahun berikutnya karena perlambatan pertumbuhan di pasar negara-negara berkembang, kata Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, yang dikutip dari surat kabar Prancis Les Echos.

IMF mengatakan pada hari Senin bahwa dengan prospek yang lemah untuk harga komoditas, terutama untuk energi dan logam, pertumbuhan ekonomi ekspor komoditas bisa melambat lebih lanjut selama beberapa tahun ke depan.

Untuk minggu depan, harga minyak cenderung terus bergerak sideways, dengan WTI dan Brent mentah diperkirakan akan tetap didukung pada level $ 44,28 dan $ 47,63 per barel, masing-masing, ungkap analis Daniel Ang di Phillip Futures.

Kembali pada Nymex sesi Senin, bensin untuk kontrak bulan Oktober turun 4,7 sen atau 3,4% ke $ 1.349 per galon, sementara minyak pemanas untuk kontrak Oktober turun 4,5 sen atau 3% dan menetap di $ 1,478 per galon.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/semalam-minyak-melemah/