Sang Blue Lagoon : Diantara Api dan Es

Iceland mungkin adalah negara tersukses di dunia dalam hal mengelola green energy karena posisinya yang terletak antara dua piringan tektonik Amerika dan Eurasia, kapasitas energy geothermal yang mereka miliki sangatlah menakjubkan. Dengan kedalaman kurang dari 1 km, kedua air dingin bersumber dari laut dan dasar tanah bergabung bersama dengan lava aktif yang berasal dari cekungan magmatic menciptakan energy yang sangat luar biasa.

Keberkatan dari alam yang sangat luar biasa, jumlah total minyak fosil yang dipakai iceland hanya 15% dari total pemakaian bahan bakar dan ini digunakan hampir sepenuhnya untuk transportasi. 85% rumah di iceland dihangatkan oleh energy geothermal dan energi pengganti baru (renewable energy sources) memfasilitasi 100% keperluan listrik di negara ini.

Dapat dikatakan posisi geografi negara ini sangat beruntung. Tapi saat ini Iceland sedang aktif untuk memproduksi energi angin. Mereka menemukan solusi inovasi untuk menjembatani kekuatan alam dan ilmu pengeta untuk meningkatkan produksi dari green energy menjadi bisnis yang berbeda.

Koneksi antara alam dan ilmu pengetahuan sangat terlihat jelas dengan adanya Blue Lagoon. Waduk buatan ini dibuat pada tahun 1976 ketika air garam yang berasal dari kekuatan geothermal hijau tergabung ke lava.

Dalam beberapa tahun masyarakat mulai mencari tahu keindahan alam dari tinta biru yang menakjubkan dari Lagoon tersebut yang ternyata berasal dari tanaman svartsengi yang mana berlokasi sekitar 40 menit mengemudi ke tengah kota Reykjavik.

bluelagoon1

Dari tempat biasa yang sering dibuat warga untuk mandi pada tahun 70an, Sang blue lagoon telah menjadi baguan dari ?ecocycle : konsep yang berasal dari keseimbangan ekologi, ekonomi, prosperity dan proses sosial? dan sekarang fasilitasnya semakin bagus dengan adanya Blue lagoon spa ditambah dengan bar, restaurant , cafe, lounge dan Blue lagoon klinik dan hotel dengan 15 kamar yang di desain oleh Basalt Architects.

Source : whatagreenlife.com