JAKARTA – Bursa saham Indonesia selama sepekan telah mengalami penurunan hingga 16,83 poin atau 0,36 persen. Hal ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada di kisaran 4.661-4.725.

Kepala riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, IHSG berpeluang turun seiring kejatuhan EIDO 2,94 persen, DJIA turun 0,13 persen, minyak mentah turun 1,95 persen dan emas turun 0,85 persen.

“Serta masih berlanjutnya tekanan di saham perbankan menyusul akan “dibatasinya” NIM perbankan di saat BI Rate turun yang memaksa perbankan untuk merubah strategi untuk meningkatkan Fee Based Income & pertarungan utk mendapatkan DPK akan semakin sengit yang pastinya tidak mudah dilakukan,” ujar Edwin dalam risetnya, Jakarta, Senin (22/2/2016).

Melihat pekan lalu, lanjut Edwin, naiknya data inflasi inti (core CPI) ke level tertinggi selama 4,5 terakhir ke level 2,2 persen (yoy) yang kemudian diartikan The Fed kembali on track untuk menaikkan FFR serta turunnya WTI crude price 1,95 persen ke level USD29.72 menjadi faktor DJIA turun 21,44 poin atau 0,13 persen di hari Jumat. Akan tetapi selama 1 minggu DJIA masih naik 2,62 persen.

“Fokus minggu ini selain memperhatikan beberapa pidato dari President The Fed seperti, Minneapolis, Dallas, Richmond, St. Louis, Atlanta & Vice Chairman Stanley serta data Personal consumption expenditures (indikator favorite The Fed mengukur inflasi),” ujarnya.

(rzy)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/02/22/278/1317929/saham-perbankan-akan-beri-sentimen-negatif-di-awal-pekan-ihsg