NEW YORK – Pasar saham Amerika Serikat (AS) berhasil melanjutkan rally, setelah kenaikan harga minyak membantu mengurangi kekhawatiran investor akan meruginya perusahaan-perusahaan energi yang saat ini berjuang untuk membayar utang mereka.

Sembilan dari 10 besar sektor S&P naik, dengan indeks .SPLRCM naik 0,99 persen. Dengan sektor energi di The S&P (SPNY) naik 0,9 persen memangkas kerugian menjadi 27 persen, setelah minyak mentah berjangka AS menetap hampir 1 persen lebih tinggi.

Harga minyak mentah tengah berada di level terendah sejak 2003, hal ini diperburuk dengan melambatnya ekonomi global dan menciptakan turbulensi di Wall Street yang telah membuat indeks S&P 500 turun hampir 6 persen sejak awal tahun ini. Tiga indeks utama bergerak lebih tinggi menjelang akhir hari setelah diperdagangkan jauh di dalam wilayah negatif.

“Anda melihat ada sejumlah besar kinerja yang kurang baik di luar sana. Ketika pasar mulai berbalik, investor tidak mampu melewatkan kesempatan untuk rally,” jelas direktur perdagangan di Wedbush Securities, Ian Winer, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (25/2/2016).

Indeks Dow Jones industrial average naik 0,32 persen menjadi 16.484,99 poin, dan indeks S&P 500 naik 0,44 persen menjadi 1.929,8, sementara indeks Nasdaq Composite menguat 0,87 persen menjadi 4.542.

Saham Facebook (FB.O) naik 1,34 persen dan Apple (AAPL.O) melaju 1,49 persen. Kekhawatiran tentang penjualan iPhone telah membuat saham Apple turun 19 persen dalam tiga bulan terakhir.

Sekira 8,1 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, masih di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir 9 miliar.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/02/25/278/1320833/saham-facebook-dan-apple-menguat-wall-street-berhasil-naik