PT Rifan Financindo – JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) setelah sebelumnya sempat disuspensi. Diperdagangkannya kembali saham AGRO ditandai dengan dicabutnya penghentian sementara perdagangan (unsuspend) saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy dalam siaran persnya di Jakarta mengatakan, bursa memutuskan untuk melakukan pencabutan penghentian sementara perdagangan efek AGRO di seluruh pasar baik reguler maupun tunai.

?Pembukaan mulai sesi I perdagangan Rabu, dengan demikian sejak sesi tersebut efek perseroan dapat dilakukan di seluruh pasar,” katanya.

Sebelumnya, sepekan lalu pada perdagangan Rabu 13 Juli 2016 saham AGRO kembali disuspensi setelah sebelumnya sempat dicabut suspensinya. Kadiv Operasional Perdagangan BEI, Eko Siswanto pernah bilang, suspensi ini dilakukan sehubungan dengan peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham AGRO.

?Penghentian sementara perdagangan saham ini dilakukan baik di pasar reguler maupun tunai sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut,” ujarnya.

Bursa juga mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan. Tahun ini, BRI Agro menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 15 persen seiring dengan prospek permintaan komoditas seperti minyak sawit mentah (CPO) mulai meningkat.

(dni)

Sumber : Okezone

Ini Syarat Dapat Diskon dari BEI untuk Peserta Tax Amnesty

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memberikan diskon khusus bagi peserta program pengampunan pajak yang akan mengikuti program pengampunan pajak. Saat ini, BEI telah menyiapkan mekanisme khusus untuk memberikan diskon biaya yang dikenakan BEI di pasar nego untuk transaksi balik nama melalui crossing saham. Insentif itu diberikan bagi para peserta program pengampunan pajak.

Lantas, bagaimana mekanisme dari diskon tersebut?

[Baca Juga: Pilih Diskon Tax Amnesty atau Denda 200 Persen?]

Ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama BEI Tito Sulistio menjelaskan secara detail mengenai mekanisme diskon ini. Menurutnya, diskon akan diberikan khususnya untuk balik nama dengan ketentuan crossing di atas Rp3 triliun.

“Kalau dia bersedia crossing sebelum akhir Agustus, itu dia (investor) kami beri diskon 50 persen. (Syartanya) kalau crossing-nya di atas Rp3 triliun,” jelas Tito di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Sedangkan untuk di bawah Rp3 triliun, nantinya BEI juga akan memberikan insentif. Hanya saja, insentif yang diberikan belum dapat dirinci oleh Tito.

“Ya nanti ada insentif juga saya enggak hafal detilnya. Sekarang ini kan memang kalau crossing ada diskonnya. Dari 25 sampai 60 persen asal dilakukan secepatnya asal sebelum Agustus,” jelasnya.

Menurut Tito, balik nama ini ibarat kepemilikan sebuah rumah. Apabila kepemilikan rumah tersebut tidak atas nama pribadi, maka sang pemilik dianggap belum membayar pajak atas rumah yang dimiliki.

“Begini simpelnya, kan misalnya dia beli rumah atas nama pembantunya. Kan berarti dia belum bayar pajak padahal prinsipnya kan itu rumah punya dia. Saham juga gitu, mungkin selama ini dia invest pakai nama A nama B tapi prinsipnya sama itu punya kamu,” jelas Tito.

“Nah dengan ini (tax amnesty) kita dorong, eh kamu ngaku dong. Kalau kamu ngaku lalu kamu crossing aman kok. Tapi kalau nggak (tidak ngaku dan crossing) saya ingatkan, ada denda loh,” imbuhnya.

Menurut Tito, saat ini telah banyak yang berkomunikasi dengan BEI mengenai program pengampunan pajak. Namun, Tito enggan menjelaskan lebih lanjut siapa saja yang telah berminat mengikuti program ini.

Tito pun mengimbau agar masyarakat dan kalangan pengusaha segera melakukan pendaftaran program pengampunan pajak. Sebab, banyak diskon khusus yang ditawarkan, khususnya oleh BEI.

“Kalau mau crossing ada keuntungan yang tadinya denda 30 persen, ini cuma 2 persen (uang tebusan). Jadi tunggu apa lagi,” tutupnya. (dng)

(rhs)

Sumber : Okezone