JAKARTA ? Nilai tukar Rupiah hari ini kembali mengalami pelemahan. Pergerakan Rupiah masih dihantui bayang-bayang bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang diprediksi menaikkan suku bunganya bulan ini. Selain itu, gagalnya Indonesia masuk investment grade, menjadi sentimen negatif dari dalam negeri.

Lembaga pemeringkat internasional S&P, masih memberikan rating utang Indonesia masih di level BB+ untuk surat utang jangka panjang dan B untuk surat utang jangka pendek. Dalam pandangan mereka kerangka fiskal Indonesia telah membaik, di mana terdapat peningkatan kualitas belanja publik dan membuahkan hasil fiskal yang melebihi prediksi.

Namun, kinerja fiskal belum membaik secara siklus dan struktural. Oleh karena itu, peringkat utang jangka panjang masih di level BB+ dan B untuk utang jangka pendek.

Selain itu, analis MNC Securities, Yosua Zisokhi, mengatakan Rupiah melemah disebabkan penantiannya terhadap kenaikan Fed Fund Rate. Diprediksi the Fed akan menaikkan Fed Fund Rate pada pertengahan Juni nanti.

?[Baca juga: S&P Belum Berikan Investment Grade untuk Indonesia]

“Rupiah masih menunggu Fed Rate kapan naik yang diumumkan mungkin pertengahan bulan ini,” kata dia kepada Okezone di Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia, melemah 23 poin atau 0,17 persen ke level Rp13.684 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah berada di kisaran Rp13.670-Rp13.705 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, pergerakan Rupiah hari ini melemah 28 poin atau 0,2 persen ke Rp13.695 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.667 per USD hingga Rp13.695 per USD.

(rai)

Sumber : Okezone