JAKARTA – Indonesia kembali dilanda gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tahun ini. Kejadian yang sama, pernah terjadi pada 18 tahun yang lalu, tepatnya pada 1998. Kala itu, banyak perbankan dilikuidasi dan perusahaan tutup akibat krisis moneter.

Tercatat ada beberapa perusahaan elektronik dan automotif yang berencana melakukan PHK. Selain itu, ada tiga perusahaan, antara lain Chevron, Vico dan Halliburton yang akan melakukan PHK.

Di tengah isu gelombang aksi PHK tersebut, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bergerak mixed. Rupiah memang menguat di perdagangan global namun melemah di perdagangan Asia.

Melansir yahoofinance, Rupiah menguat tipis 0,5 poin ke Rp13.660 per USD. Adapun angka paling tinggi Rupiah, berada di Rp13.665 per USD, dengan angka terendahnya berada di Rp13.640 per USD.

Sementara Bloomberg Dollar Index, dalam perdagangan spot exchange rate di pasar Asia, melemah 9 poin menjadi Rp13.649 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.625-Rp13.678 per USD.

Sekadar informasi, diperkirakan aakan ada PHK hingga mencapai 5.000 karyawan. Namun, jumlah ini diperkirakan akan bertambah mengingat belum semua perusahaan migas yang melaporkan rencana PHK kepada KSPI.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/02/05/278/1305332/rupiah-rp13-660-bergerak-mixed-di-tengah-isu-phk