JAKARTA – Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali melemah dan menembus level Rp13.600an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jakarta, Selasa (24/5/2016), Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di Asia, melemah 41 poin atau 0,30 persen ke Rp13.615 per USD. Adapun kisaran harian Rupiah, berada di Rp13.570-Rp13.615 per USD.

Sementara Yahoofinance pun mencatat Rupiah melemah 7 poin atau 0,05 persen menjadi Rp13.603 per USD. Menurut yahoofinance, Rupiah bergerak dalam posisi rendah Rp13.578 per USD hingga Rp13.598 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta mempunyai pandangan yang berbeda. Menurutnya, tekanan pelemahan Rupiah berkurang, hal ini melihat finalisasi tax amnesty yang terus dibahas pemerintah dan DPR.

“Rupiah tidak hanya mengurangi kecepatan pelemahannya tetapi berhasil berbalik menguat saat dollar index terus melemah. Beberapa kurs di Asia masih menguat terhadap dollar hingga penutupan Senin sore,” jelasnya.

Dia menambahkan, pembahasan tax amnesty masih berlanjut dan diharapkan bisa memberikan sentimen positif ke pasar keuangan, jika disahkan segera, Rupiah berpeluang melanjutkan dorongan penguatannya pada hari ini walaupun akan terbatas melihat harga minyak mentah yang masih melemah.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan kemarin sore, Rupiah berhasil lepas dari sentimen negatif. Sempat melemah di awal perdagangan, Mata Uang Garuda terus terbang menjauhi level Rp13.600 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia, menguat 33 poin atau 0,25 persen ke Rp13.574 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada di kisaran Rp13.562-Rp13.622 per USD.

Sementara yahoofinance mencatat, Rupiah berhasil menguat 62 poin atau 0,45 persen ke Rp13.580 per USD. Yahoofinance mencatat Rupiah bergerak di angka Rp13.565 per USD hingga Rp13.643 per USD.

(dni)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/05/24/278/1396220/rupiah-rp13-615-kembali-terpuruk-lawan-dolar-as