PT Rifan Financindo – JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan awal pekan ini. Rupiah bergerak di level Rp13.469 per USD.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, pergerakan Rupiah masih dibayangi oleh peristiwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Pasalnya, hal ini merupakan respons pelaku pasar dari ketidakmenentuan Brexit.

“Saya khawatir karena enggak menentu ini makanya orang mulai memburu dolar. Di situ Indonesia juga ikut terkena imbasnya,” kata dia kepada Okezone di Jakarta, Senin (27/6/2016).

?[Baca juga: Brexit, Kesempatan RI Tarik Dana Asing]

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia, bergerak melemah 78 poin atau 0,58 persen ke Rp13.469 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.425-Rp13.490 per USD.

Sementara itu, Yahoofinance mencatat Rupiah melemah 60 poin atau 0,45 persen menjadi Rp13.470 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah di angka Rp13.410 per USD hingga Rp13.470 per USD.

(rai)

Sumber : Okezone

Pasca-Brexit, Minyak Brent Turun ke USD48,17 per Barel

TOKYO – Harga minyak turun setengah persen pada hari Senin. Hal ini lantaran keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) memicu aksi jual tajam di pasar global pada Jumat kemarin.

Pasar keuangan global juga jatuh pada hari Jumat karena hasil dari referendum untuk meninggalkan sebuah blok setelah Inggris bergabung lebih dari 40 tahun.

Melansir Reuters, Senin (27/6/2016), minyak mentah Brent di London untuk pengiriman Agustus LCOc1 turun 24 sen ke USD48,17 per barel pada hari Minggu waktu setempat, setelah sebelumnya turun USD2,50, atau 4,9 persen, pada USD48,41 Jumat lalu.

?[Baca juga: Brexit, Harga Minyak Jatuh ke USD47/Barel]

Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman Agustus CLc1 turun 26 sen menjadi USD47,38 per barel, setelah sebelumnya ditutup di USD2,47, atau turun 4,9 persen, pada hari Jumat.

Harga minyak juga di bawah tekanan akibat pound Inggris turun lagi di awal perdagangan Asia pada Senin ini, karena investor masih bingung mengenai kelanjutan yang terjadi setelah Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa.

(rai)

Sumber : Okezone