PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih melemah. Rupiah makin tertekan di level Rp13.418 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (16/12/2016), Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia menguat 34 poin atau 0,25% ke level Rp13.418. Adapun pergerakan harian Rupiah berada di level Rp13.418-Rp13.432 per USD.

Sementara itu, Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 3 poin atau 0,024% di level Rp13.398 per USD. Dalam kurs Yahoofinance, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp13.393 per USD hingga Rp13.520 per USD.

Sekadar menambahkan, kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini.

Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk menaikkan suku bunga federal funds ke kisaran 0,50% hingga 0,75%, kata Fed dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu. (kmj)

(rhs)

Sumber : Okezone

 

harga-minyak-indonesia-naik-jadi-usd46-6-barel-fhpMowgW6wHarga Minyak Flat di Tengah Penguatan Dolar AS

PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Harga minyak bergerak di kisaran sempit dan ditutup hampir datar pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena pasar mempertimbangkan kenaikan suku bunga AS dan kemungkinan berimbangnya kembali pasokan dan permintaan pada 2017.

Pada perdagangan pagi, harga minyak jatuh ke tingkat terendah dalam seminggu karena dolar AS menguat setelah Federal Reserve pada Rabu (14/12) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini. Dolar mendekati tingkat tertinggi 14-tahun terhadap sekeranjang mata uang lainnya.

Bank sentral AS pada Rabu (14/12) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke kisaran 0,50% hingga 0,75%, serta mengindikasikan kenaikan suku bunga yang lebih cepat tahun depan dengan tiga kali kenaikan.

Harga minyak kemudian membalikkan kerugiannya setelah media melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan minyak nasional di Arab Saudi dan Kuwait telah mengatakan kepada para pelanggannya di Asia bahwa mereka akan memotong pasokan minyak mentah setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memutuskan untuk memangkas produksinya.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun USD0,14 menjadi menetap di USD50,90 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, bertambah USD0,12 menjadi ditutup pada USD54,02 per barel di London ICE Futures Exchange.

(rai)

Sumber : Okezone