JAKARTA – Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka melemah. Rupiah tercatat di level Rp13.315 per USD.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, data ekspor impor Indonesia April 2016 belum bisa membantu penguatan Rupiah. Pasalnya, surplus terjadi akibat impor yang anjlok lebih besar dibandingkan ekspor.

Hal itu membuat para investor menganggap roda-roda ekonomi Indonesia belum berjalan. Sehingga, kebutuhan akan mata uang Rupiah masih belum terlalu besar.

?[Baca juga: Rupiah Rp13.274, Menguat Malu-Malu]

“Harusnya kalau yang sehat itu surplus karena kenaikan ekspor impor, bukan penurunan,” jelas dia kepada Okezone di Jakarta, Rabu (18/5/2016).

Melansir Bloomberg Dollar Index, dalam perdagangan Spot Exchange Rate di Asia, Rupiah bergerak melemah 20,5 poin atau 0,15 persen ke Rp13.315 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada di kisaran Rp13.307-Rp13.329 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 0,08 persen atau 10 poin di level Rp13.320 per USD. Yahoofinance mencatat level tertinggi Rupiah berada di angka Rp13.310 per USD, dengan level terendahnya di Rp13.325 per USD.

(rai)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/05/18/278/1391270/rupiah-rp13-315-investor-abaikan-data-neraca-dagang