PT Rifan Financindo , JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan. Pagi ini, Rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

Melansir Bloomber Dollar Index, Selasa (21/6/2016), Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia, bergerak melemah 27 poin atau 0,20 persen ke Rp13.279 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.253-Rp13.285 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah pun melemah hingga 34,50 poin atau 0,26 persen menjadi Rp13.275 per USD. Yahoo mencatat Rupiah bergerak di angka Rp13.240 per USD hingga Rp13.275 per USD.

Padahal, pada penutupan kemarin sore, Rupiah menguat 87 poin atau 0,65 persen ke Rp13.252 per USD. Untuk pergerakan hariannya, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.252-Rp13.287 per USD.

(dni)

Sumber : Okezone

Emas Menguat pasca Penurunan Terbesar dalam 1 Bulan terkait Brexit

Emas menguat di tengah meningkatnya kekhawatiran kecemasan atas hasil referendum Inggris untuk keanggotaannya di Uni Eropa, dengan jajak pendapat terpisah menunjukkan keunggulan untuk kedua lubu.

Bullion untuk pengiriman segera naik 0,2 persen ke level $ 1,291.86 pada pukul 8:36 waktu Singapura, menurut harga publik Bloomberg. logam kuning jatuh 1,6 persen pada hari Senin, yang tercatat sebagai penurunan intraday terbesar dalam sebulan, seiring taruhan investor untuk referendum beralih dari dukungan “Bertahan” sehingga mengurangi permintaan haven.

Pemerintah dan investor di seluruh dunia memcermati referendum di tengah kekhawatiran bahwa apa yang disebut Brexit ini akan memicu gejolak di pasar. Emas rally ke level tertinggi dalam hampir dua tahun minggu lalu seiring Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen mengatakan referendum Brexit Inggris merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan para pejabat dalam memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Sebuah jajak pendapat terbaru dari YouGov untuk surat kabar Times yang diterbitkan Senin menunjukkan perolehan suara 44 persen untuk kubu “Keluar” dan 42 persen untuk kubu “Bertahan”, sementara survei oleh ORB untuk Daily Telegraph menunjukkan perolehan suara 53 persen untuk kubu “Bertahan” dan 46 persen untuk kubu “Keluar”. (sdm)

Sumber: Bloomberg